Menu

Mode Gelap

News · 21 Feb 2025 23:17 WIB

Malam Mencekam di Sukabumi: Warga Geruduk Polres, Tuntut Keadilan Pasca Tewasnya ‘Preman Samson’


					Suasana tegang saat warga berusaha bernegosiasi dengan polisi di depan gerbang Polres Sukabumi. Perbesar

Suasana tegang saat warga berusaha bernegosiasi dengan polisi di depan gerbang Polres Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Suasana mencekam menyelimuti Mapolres Sukabumi di Jalan Jenderal Sudirman, Citepus, Pelabuhanratu pada Jumat (21/2/2025) malam. Puluhan warga Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, berbondong-bondong mendatangi markas kepolisian setelah mendengar kabar bahwa beberapa warga dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kematian Suherlan alias Samson (33).

Samson, yang dikenal sebagai ‘preman’ di kampung tersebut, tewas secara mengenaskan tak jauh dari rumahnya pada Jumat petang. Tubuhnya ditemukan bersimbah darah dengan luka-luka di sekujur tubuhnya. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Samson tewas dihakimi massa yang geram atas ulahnya.

Rombongan massa tiba di Mapolres Sukabumi sekitar pukul 21.00 WIB dengan menggunakan mobil dan sepeda motor. Mereka datang dengan tujuan memberikan keterangan secara langsung kepada pihak kepolisian terkait kejadian yang menewaskan Samson.

Namun, kedatangan mereka tidak berjalan mulus. Pihak kepolisian langsung menutup gerbang Mapolres, sehingga puluhan warga tidak bisa masuk. Penutupan gerbang ini memicu kemarahan warga, terutama ibu-ibu yang terlihat emosional.

“Ibu-ibu juga ingin ngasih keterangan!” teriak seorang ibu yang mencoba menerobos masuk.

Negosiasi pun dilakukan untuk meredakan ketegangan. Beberapa perwakilan warga akhirnya diizinkan masuk untuk memberikan keterangan di Satreskrim Polres Sukabumi.

Meski demikian, warga tetap menunggu di luar gerbang dengan perasaan khawatir. Mereka takut jika orang-orang yang dijadikan saksi akan ditahan atau bahkan ditetapkan sebagai tersangka.

“Jam 11 ini tidak pulang, kita akan ke sini lagi,” ujar seorang warga dengan nada ancaman.

Warga juga mengungkapkan kekesalan mereka terhadap Samson yang selama ini dianggap meresahkan. Beberapa waktu lalu, warga bahkan sempat melakukan aksi protes untuk menolak keberadaan Samson di lingkungan mereka.

“Jadi tidak mungkin perwakilan warga kita ditahan, hanya dimintai keterangan, khususnya mereka yang mengetahui kejadian di masjid,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mencoba menenangkan massa.

Sebelumnya, Samson dikabarkan sempat mencari seseorang dan terlibat duel senjata tajam sekitar pukul 16.30 WIB. Akibat duel tersebut, seorang warga mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD Palabuhanratu.

Setelah kejadian itu, puluhan warga yang geram langsung menghakimi Samson hingga tewas di tempat. Tubuhnya ditemukan penuh luka dari kepala hingga kaki, terkapar di dekat selokan di pinggir jalan.

Seorang warga yang berada di lokasi mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, Samson terlihat mondar-mandir sambil membawa senjata tajam. “Saya lihat dia jalan muter-muter sambil bawa golok. Orang-orang yang berpapasan langsung menjauh, takut dia ngamuk,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga lainnya menambahkan bahwa Samson sempat ditegur, tetapi ia justru menanggapinya dengan santai. “Sempat ditegur, tapi dia malah bilang ‘sudah diam, lain (bukan) urusan’,” ujarnya.

Menurutnya, Samson sempat berduel dengan seseorang yang tidak dikenal sebelum akhirnya dikeroyok massa. “Sempat duel dulu, entah dengan siapa, yang pasti bukan warga sini. Setelah itu banyak massa dan tahu-tahu dia sudah tergeletak,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga masih menunggu di depan Polres Sukabumi. Sementara itu, perwakilan warga masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian di ruangan Satreskrim Polres Sukabumi.

Pihak kepolisian masih melakukan investigasi lebih lanjut terkait kasus ini. Belum ada keterangan resmi yang diberikan oleh pihak kepolisian terkait status para saksi dan motif secara terperinci kejadian tersebut.(*)

Artikel ini telah dibaca 371 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).
Trending di News