Menu

Mode Gelap

Hukum · 29 Mar 2025 17:01 WIB

Polres Sukabumi Kota Investigasi Dugaan Tindakan Represif Terhadap Jurnalis Saat Unjuk Rasa Ricuh


					Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, AKP Astuti Setyaningsih, memberikan keterangan kepada awak media terkait investigasi dugaan tindakan represif terhadap jurnalis saat aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Sukabumi. Perbesar

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, AKP Astuti Setyaningsih, memberikan keterangan kepada awak media terkait investigasi dugaan tindakan represif terhadap jurnalis saat aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Polres Sukabumi Kota sedang melakukan investigasi mendalam terkait dugaan tindakan represif dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum anggotanya terhadap dua jurnalis yang sedang meliput aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Sukabumi pada Senin lalu.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi, melalui Kasi Humas, AKP Astuti Setyaningsih, menyampaikan bahwa situasi unjuk rasa pada hari itu sempat memanas dan tidak kondusif. “Terjadi aksi saling dorong dan pelemparan, yang menyebabkan petugas harus melakukan sterilisasi lokasi menggunakan mobil AWC,” jelas Astuti pada Jumat (28/3/2025).

Dalam proses sterilisasi tersebut, diduga terjadi kesalahpahaman antara petugas pengamanan dan dua jurnalis yang sedang bertugas. “Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya secara serius,” tegas Astuti.

Untuk mengungkap kebenaran dan memastikan transparansi, Polres Sukabumi Kota telah berkoordinasi dengan Sipropam dan Sat Reskrim. “Kami sedang mengumpulkan informasi dan bukti-bukti untuk mengidentifikasi oknum petugas yang terlibat,” ungkap Astuti.

Selain itu, Bid Propam Polda Jabar juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap beberapa anggota yang bertugas mengamankan aksi unjuk rasa tersebut di Mapolres Sukabumi Kota. “Kami akan memberikan hasil investigasi ini kepada publik setelah semua proses selesai,” janji Astuti.

Kejadian ini telah memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk organisasi jurnalis dan masyarakat sipil. Mereka menuntut agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku.

Polres Sukabumi Kota menegaskan komitmennya untuk menghormati kebebasan pers dan menjamin keamanan jurnalis dalam menjalankan tugasnya. “Kami akan terus berupaya meningkatkan profesionalisme anggota dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang,” pungkas Astuti.(*)

Artikel ini telah dibaca 149 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

RUU PPRT Resmi Disahkan Menjadi Undang-Undang oleh DPR

21 April 2026 - 12:32 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah meja pimpinan yang berpahat) memimpin Rapat Paripurna ke-20 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026). Dalam momen bersejarah ini, DPR resmi mengetok palu tanda disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) menjadi undang-undang. Layar di latar belakang sebelah kanan mengonfirmasi agenda "Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026" Turut mendampingi Puan di meja pimpinan adalah jajaran Wakil Ketua DPR dan Ketua Baleg DPR.

Digugat Praperadilan, Polres Sukabumi Tegaskan Penetapan Tersangka Kasus Kematian Nizam Berbasis Scientific Crime Investigation

18 April 2026 - 09:44 WIB

Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. (perwira dalam foto berkerah Kombes dengan papan nama), saat memberikan penegasan mengenai proses hukum kasus kematian anak tirinya, Nizam, yang didasarkan pada scientific crime investigation.

Dugaan Penipuan Berkedok “Jumat Berkah” di Sukabumi, Pedagang dan Warga Terkecoh Jutaan Rupiah

18 April 2026 - 08:41 WIB

Ilustrasi

Petaka Tanah Bodong di Sukabumi: Rp2 Miliar Lenyap, Lahan Disulap Jadi Bangunan SPPG

18 April 2026 - 07:54 WIB

Drama Pengejaran Sindikat Siber Internasional di Sukabumi: 16 WNA Diringkus, 3 Masih Buron

14 April 2026 - 14:14 WIB

Trending di Hukum