JENTERANEWS.com – Keresahan mendalam warga Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akibat kerusakan lahan pertanian mereka akhirnya mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Merespons laporan warga, Kang Dedi Mulyadi (KDM) langsung menunjukkan ketegasannya dengan memerintahkan penutupan aktivitas pertambangan yang diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.
Pernyataan keras ini disampaikan KDM pada Rabu (9/4/2025), menyusul laporan yang menyebutkan bahwa sekitar 50 hektare lahan sawah produktif milik warga tertimbun lumpur. Lumpur tersebut diduga berasal dari aktivitas tambang emas di hulu sungai yang kemudian terbawa aliran air dan menggenangi area persawahan.
Kondisi memprihatinkan ini bahkan terlihat jelas dari udara. Hamparan sawah yang dulunya menghijau kini berubah menjadi pemandangan cokelat berlumpur, dengan air keruh menggenangi sebagian besar area yang seharusnya menjadi tempat menanam padi.

Kondisi memprihatinkan terlihat pada sawah di Desa Cihaur, Sukabumi, yang berubah menjadi kolam lumpur akibat aktivitas tambang emas.
Dampak ekonomi dari kerusakan ini sangat dirasakan oleh warga Cihaur. Bagi mayoritas penduduk yang menggantungkan hidupnya pada hasil pertanian, musnahnya puluhan hektare sawah bukan hanya sekadar bencana lingkungan, tetapi juga ancaman nyata terhadap mata pencaharian dan keberlangsungan hidup mereka.
Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan. “Barusan sudah ada posting di Sukabumi, tapi saya sudah minta Kasatpol PP dan Bupati, yang tambang kemudian mengurug sawah warga, kasian!,” ujar KDM dengan nada geram.
Lebih lanjut, KDM menduga bahwa aktivitas pertambangan tersebut dilakukan oleh pihak luar daerah. “Yang tambangnya pasti orang luar, bukan orang sukabumi. Nanti di koordinasikan ya, tutup aja udah!,” tandasnya, menginstruksikan agar pihak terkait segera berkoordinasi untuk menghentikan operasional tambang yang merugikan masyarakat tersebut. Langkah tegas dari Gubernur Jawa Barat ini diharapkan dapat segera mengakhiri penderitaan warga Desa Cihaur dan mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.(*)















