JENTERANEWS.com – Sebuah musibah kebakaran hebat melanda sebuah pabrik rumahan produksi keripik singkong milik warga bernama Suaedah (59 tahun) di Jalan Subangjaya RT06/05, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi pada Jumat (18/4/2025) siang, tepatnya pukul 12.34 WIB. Akibat kejadian nahas ini, kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni ratusan juta rupiah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Satpol PP Kota Sukabumi, Ujang Rustandi, mengungkapkan bahwa sumber utama api diduga kuat berasal dari tungku masak atau penggorengan yang saat kejadian sedang tidak beroperasi. Api dengan cepat merambat dan melalap bagian atap bangunan pabrik.
“Saat pabrik sedang dalam masa istirahat operasional, tiba-tiba muncul api besar yang berasal dari area tungku penggorengan. Dugaan sementara, minyak yang berada di dalam tungku terlalu panas dan memicu timbulnya api. Masyarakat sekitar yang menyaksikan kejadian ini segera melaporkan kepada petugas kami,” jelas Ujang.

Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang melalap pabrik home industri keripik di Jalan Subangjaya, Kota Sukabumi, Jumat (18/4/2025).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Satpol PP Kota Sukabumi dengan sigap menerjunkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran. Upaya pemadaman juga mendapatkan bantuan krusial dari satu unit kendaraan pemadam kebakaran Pos VII Damkar Kabupaten Sukabumi. Dengan kerja keras dan koordinasi yang baik, petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan si jago merah dalam waktu 35 menit.
“Kami sangat terbantu dengan partisipasi aktif dari warga sekitar, serta dukungan dari BPBD, PMI, dan pihak Kecamatan serta Kelurahan Citamiang dalam proses pemadaman ini,” tutur Ujang lebih lanjut.
Lebih lanjut, Ujang memastikan bahwa insiden kebakaran ini tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa. Namun, kerugian materiil yang dialami Suaedah diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
“Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 13.18 WIB. Luas area yang terdampak kebakaran mencapai 8×8 meter persegi,” pungkas Ujang, memberikan gambaran jelas mengenai skala kerusakan yang terjadi. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di lingkungan industri rumahan yang menggunakan peralatan berisiko tinggi.(*)
Laporan: Awang















