Menu

Mode Gelap

Gaya Hidup · 25 Apr 2025 11:12 WIB

Di Balik Senyum Doyong, Bara Semangat Martini Tak Pernah Padam


					Semangat tak lekang dimakan usia. Martini terus berjualan makanan ringan di Sagaranten meski langkahnya tak lagi sekuat dulu. Perbesar

Semangat tak lekang dimakan usia. Martini terus berjualan makanan ringan di Sagaranten meski langkahnya tak lagi sekuat dulu.

JENTERANEWS.com – Di tengah hiruk pikuk pasar tradisional Sagaranten, sosok Martini, seorang wanita paruh baya dengan langkah sedikit doyong, tak pernah absen menjajakan aneka makanan ringan. Keranjang anyamannya setia menemani, berisi harapan dan peluh yang ia torehkan setiap hari. Usianya memang tak lagi muda, namun semangat juangnya seolah tak lekang dimakan waktu.

Asalnya dari Cirebon, 30 tahun silam Martini mengikut jejak sang suami ke tanah Sagaranten Kabupaten Sukabumi. Meski telah berumah tangga, kobaran semangat untuk mandiri tak pernah padam dalam dirinya. Ia memilih berjualan makanan ringan, sebuah ikhtiar yang kala itu mungkin dipandang sebelah mata. Namun, bagi Martini, setiap rupiah hasil penjualan adalah sebentuk kemerdekaan.

Takdir kemudian menguji ketegarannya. Enam belas tahun lalu, sang suami tercinta berpulang. Martini, kini seorang diri, harus memikul beban hidup lebih berat. Namun, kesedihan tak lantas meruntuhkan pilar semangatnya. Justru, kehilangan itu semakin memacu dirinya untuk terus berjuang. Dengan gigih, ia berkeliling menjajakan dagangan, dari satu sudut kampung ke sudut lainnya. Panas terik dan dinginnya malam tak pernah membuatnya menyerah.

“Dulu waktu masih ada bapak (suami), jualan ya buat tambah-tambah. Tapi setelah bapak nggak ada, jualan ini jadi pegangan hidup,” tutur Martini dengan mata berkaca-kaca, namun senyum tipis tetap menghias wajahnya.

Buah dari keuletan dan kesabarannya sungguh tak terduga. Tahun 2019 menjadi lembaran emas dalam kehidupannya. Berkat tabungan yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit dari hasil berjualan, Martini akhirnya bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang pedagang kecil yang berjuang seorang diri.

Menariknya, makanan ringan yang dijual Martini bukanlah hasil buatannya sendiri. Ia mengambil titipan dari orang lain, dan mendapatkan komisi dari setiap barang yang laku. Sebuah model usaha sederhana namun efektif, yang membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih rezeki.

Kini, di usianya yang senja, langkah Martini memang tak lagi secepat dulu. Namun, semangatnya tak pernah pudar. Dengan langkah doyong, ia tetap setia menyusuri jalanan Sagaranten, menawarkan dagangannya dengan senyum ramah. Tak ada keluhan terlontar dari bibirnya, yang ada hanyalah syukur dan keyakinan bahwa setiap usaha pasti akan berbuah manis.

Kisah Martini adalah cerminan ketangguhan seorang wanita. Di balik kesederhanaannya, tersimpan bara semangat yang patut diacungi jempol. Ia mengajarkan kita bahwa keterbatasan ekonomi dan usia bukanlah alasan untuk berhenti berjuang. Dengan keuletan dan keyakinan, impian setinggi apapun bisa diraih. Martini, sang pejuang senja dari Sagaranten, adalah inspirasi nyata bagi kita semua.(*)


(Hamjah)

Artikel ini telah dibaca 64 kali

Baca Lainnya

Sukabumi Galakkan Desentralisasi Sampah, Wali Kota Pimpin Aksi Bersih Nasional di Jembatan Merah Baros

24 Oktober 2025 - 14:14 WIB

Sukabumi Galakkan Desentralisasi Sampah, Wali Kota Pimpin Aksi Bersih Nasional di Jembatan Merah Baros

Kematian Balita Raya Akibat Infeksi Cacing, Bupati Sukabumi: “Ini Soal Pola Asuh yang Salah”

21 Agustus 2025 - 15:18 WIB

Kematian Balita Raya Akibat Infeksi Cacing, Bupati Sukabumi: "Ini Soal Pola Asuh yang Salah"

Inspirasi dari Ibu, Ruben Onsu Bangun Musala di Pedalaman Sukabumi, Kini Ia Tunaikan Salat di Sana

8 April 2025 - 17:48 WIB

Ruben Onsu menunaikan salat perdana di Musala Al Helmiah, Sukabumi, yang ia bangun sendiri. Kini, musala tersebut menjadi saksi bisu perjalanan spiritualnya.

Amarah Warga Memuncak: Suami Diduga Sengaja Abaikan Istri dan Anak Saat Banjir Bandang

7 Maret 2025 - 17:45 WIB

LURAH Palabuhanratu, Yadi Supriyadi (oranye) mengawal penyerahan Aang Encis (tengah) ke Polsek Palabuhanratu.

Puasa Mengajarkan Lemah Lembut

5 Maret 2025 - 17:13 WIB

Ramadan: Bulan Doa Mustajab, Ayat Al-Quran Ungkap Rahasia di Balik Ibadah Puasa

3 Maret 2025 - 09:09 WIB

Seorang pria Muslim dengan khusyuk berdoa di dalam masjid yang megah, memanfaatkan momen Ramadan yang penuh berkah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ayat Al-Baqarah 186 mengingatkan umat Islam akan keutamaan doa, terutama di bulan
Trending di Gaya Hidup