Menu

Mode Gelap

Gaya Hidup · 5 Mar 2025 17:13 WIB

Puasa Mengajarkan Lemah Lembut


					Puasa Mengajarkan Lemah Lembut Perbesar

JENTERANEWS.com – Pada hari kelima bulan Ramadhan, umat Muslim diingatkan kembali akan pentingnya menjaga lisan dan sikap selama berpuasa. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallah anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ .

“Jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata-kata kotor, dan jangan pula bertindak bodoh. Jika ada seseorang yang mencelanya atau mengganggunya, hendaklah mengucapkan: sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Poin-poin Penting dari Hadis:

  • Menjaga Lisan dan Sikap: Hadis ini menekankan pentingnya menjaga lisan dari perkataan kotor dan tindakan bodoh selama berpuasa.
  • Respons Terhadap Celaan: Ketika dicela atau diajak berkelahi, umat Muslim dianjurkan untuk mengucapkan “Inni shoo-imun, inni shoo-imun” (Aku sedang puasa, aku sedang puasa) sebagai pengingat bagi diri sendiri dan orang lain.
  • Lemah Lembut adalah Ajaran Puasa: Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan mengajarkan sikap lemah lembut, yang merupakan akhlak para nabi dan orang-orang mulia.
  • Memuliakan Diri dengan Lemah Lembut: Dengan bersikap lemah lembut, seseorang akan semakin mulia, seperti yang dicontohkan oleh Urwah bin Zubair.

Keterkaitan dengan Al-Qur’an:

Tema hadis ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Fushilat ayat 34-35:

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Tolaklah (kejelekan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar, dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)

Ayat ini mengajarkan bahwa berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat dapat melunakkan hati mereka dan mengubah permusuhan menjadi persahabatan. Namun, hal ini hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang sabar dan memiliki keberuntungan yang besar.

Kesimpulan:

Puasa bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang melatih diri untuk bersikap lemah lembut dan sabar. Dengan mengamalkan ajaran ini, umat Muslim diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Wallahu a’lam.

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Star Energy Geothermal Salurkan Beasiswa Rp190 Juta untuk 19 Mahasiswa IPB

2 Desember 2025 - 13:16 WIB

Aksi Guru Madrasah Sukabumi Tuntut Kesetaraan P3K di Jakarta

30 Oktober 2025 - 13:23 WIB

Aksi Guru Madrasah Sukabumi Tuntut Kesetaraan P3K di Jakarta

Sukabumi Galakkan Desentralisasi Sampah, Wali Kota Pimpin Aksi Bersih Nasional di Jembatan Merah Baros

24 Oktober 2025 - 14:14 WIB

Sukabumi Galakkan Desentralisasi Sampah, Wali Kota Pimpin Aksi Bersih Nasional di Jembatan Merah Baros

SDN Margawati Kritis: Siswa Belajar di Luar, Kantor Jadi Gudang

21 Oktober 2025 - 10:06 WIB

Potret miris kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa SDN Margawati Sukabumi yang terpaksa digelar di teras sekolah selama lebih dari setahun, tanpa ruang kelas yang layak.

​Hj. Rina Rosmaniar Japar Apresiasi Kiprah Bunda PAUD Sukabumi: Peran Vital Guru PAUD Cerdaskan Anak Bangsa

15 Oktober 2025 - 20:58 WIB

​Hj. Rina Rosmaniar Japar Apresiasi Kiprah Bunda PAUD Sukabumi: Peran Vital Guru PAUD Cerdaskan Anak Bangsa

Wawali Sukabumi Sambut Siswa TK GIBS Peraih Rekor MURI Penulisan Buku

2 Oktober 2025 - 11:55 WIB

Wawali Sukabumi Sambut Siswa TK GIBS Peraih Rekor MURI Penulisan Buku
Trending di Kabar Daerah