Menu

Mode Gelap

Gaya Hidup · 24 Okt 2025 14:14 WIB

Sukabumi Galakkan Desentralisasi Sampah, Wali Kota Pimpin Aksi Bersih Nasional di Jembatan Merah Baros


					Semangat kolaborasi: Peserta dari berbagai elemen, termasuk aparat pemerintah dan komunitas, saat melaksanakan Aksi Bersih Sampah Nasional di kawasan Jembatan Merah Baros, Kota Sukabumi, Jumat (24/10). Pemerintah kota menargetkan pengelolaan sampah mandiri di tingkat RW. Perbesar

Semangat kolaborasi: Peserta dari berbagai elemen, termasuk aparat pemerintah dan komunitas, saat melaksanakan Aksi Bersih Sampah Nasional di kawasan Jembatan Merah Baros, Kota Sukabumi, Jumat (24/10). Pemerintah kota menargetkan pengelolaan sampah mandiri di tingkat RW.

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kota Sukabumi menunjukkan komitmen serius dalam mengatasi persoalan sampah yang kian menggunung. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, memimpin langsung pelaksanaan Aksi Bersih Sampah Nasional di kawasan strategis Jembatan Merah, Baros, pada Jumat (24/10) pagi.

Aksi yang merupakan bagian dari gerakan nasional ini tidak hanya sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan simbol upaya kolektif untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, para asisten daerah, pimpinan SKPD, perwakilan Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Provinsi Jawa Barat, jajaran camat dan lurah, serta partisipasi aktif dari berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas pecinta lingkungan.

Persoalan Bersama, Solusi Desentralisasi

Dalam arahannya, Wali Kota H. Ayep Zaki menegaskan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Ia menyoroti peningkatan volume timbunan sampah di Kota Sukabumi yang terus seiring dengan pertumbuhan penduduk, yang kini mencapai sekitar 180 ton per hari.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi tengah menggalakkan inisiatif strategis: desentralisasi pengelolaan sampah mulai dari tingkat Rukun Warga (RW).

“Sampah rumah tangga diharapkan bisa diselesaikan di lingkungan masing-masing, sementara sampah dari jalan, pasar, restoran, dan hotel menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup,” ujar H. Ayep Zaki.

Menurutnya, sistem desentralisasi ini merupakan langkah krusial untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Guna mendorong partisipasi warga, pemerintah berencana menggelar sayembara pengelolaan sampah tingkat RW sebagai insentif bagi kreativitas dan kepedulian lingkungan.

Inovasi Modern dan Kemitraan Pusat-Daerah

Wali Kota juga memaparkan rencana ambisius jangka menengah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bersama investor dari Danantara, akan menyediakan alat modern untuk penanganan sampah dalam dua tahun mendatang.

Kota Sukabumi kini masuk dalam zona wilayah Bogor untuk sistem pengelolaan dan pengolahan sampah bersama beberapa daerah di Jawa Barat. Namun, dengan volume timbunan yang tinggi, Pemerintah Kota Sukabumi menekankan perlunya kajian khusus terkait biaya angkut ke wilayah Bogor agar pengelolaan sampah menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Tantangan Retribusi dan Pilot Project

Meski menunjukkan keseriusan dalam program, Wali Kota H. Ayep Zaki juga menyoroti kondisi retribusi sampah yang masih memprihatinkan. Pendapatan retribusi saat ini baru mencapai sekitar Rp1,1 miliar per tahun, sangat timpang dengan anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Lingkungan Hidup yang menyentuh angka Rp30 miliar.

Ketimpangan pembiayaan ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar sistem pengelolaan dan pembiayaan sampah dapat lebih proporsional.

Sebagai langkah nyata mendorong kemandirian, Pemerintah Kota Sukabumi akan memberikan mesin pencacah plastik kepada kelurahan yang berhasil mengelola sampah secara mandiri dan efektif. Program percontohan atau pilot project akan segera dimulai di Kelurahan Subangjaya, yang diharapkan dapat direplikasi di seluruh wilayah kota.

Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Sukabumi atas respons cepat dan keseriusannya menindaklanjuti arahan Menteri LHK. Ia berharap aksi kolektif ini menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat kolaborasi tiga pilar: pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Aksi bersih sampah nasional di Jembatan Merah Baros ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga meneguhkan simbol komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mewujudkan visi Kota Sukabumi Maju, Bersih, dan Berkelanjutan. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Regulasi Kawasan Kumuh: Dinilai Jadi Batu Sandungan Pemerataan Infrastruktur Desa

27 Maret 2026 - 20:17 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, memberikan keterangan kepada media mengenai kebijakan penetapan kawasan kumuh yang dinilai membatasi pemerataan pembangunan infrastruktur, Jumat (27/3/2026).
Trending di Kabar Daerah