JENTERANEWS.com – Kabar duka menyelimuti lingkungan Pondok Pesantren At-Taufik, Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi. Seorang santri bernama Muhammad Ilyas (18), warga Kampung Tipar, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, meninggal dunia diduga akibat tersengat aliran listrik pada Sabtu (06/12/2025) sore.
Kapolsek Sagaranten, AKP A. Suryana B, S.H., membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.15 WIB saat korban sedang beraktivitas santai bersama rekan-rekannya di area belakang masjid pesantren.

Personel Polsek Sagaranten dan TNI saat melakukan olah TKP dan memeriksa besi penyangga toren air yang diduga menjadi sumber aliran listrik di Ponpes At-Taufik, Sabtu (06/12/2025).
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, yakni Abdul Ajis (15), M. Alip (15), dan M. Arka Maulana (16), korban saat itu sedang duduk mengobrol. Korban kemudian terlihat memegang besi penyangga toren air yang berada di lokasi tersebut.
“Menurut keterangan saksi, korban sempat mengetahui bahwa besi penyangga tersebut memiliki aliran listrik, namun insiden terjadi begitu cepat. Korban memegang dan menginjak besi tersebut hingga akhirnya terlihat kejang-kejang,” ujar AKP A. Suryana dalam keterangannya.
Melihat kondisi tersebut, rekan-rekan korban segera melakukan upaya evakuasi dan melarikan Muhammad Ilyas ke Puskesmas Kecamatan Cidolog untuk mendapatkan pertolongan medis.
Setibanya di Puskesmas Cidolog, korban diperiksa oleh bidan setempat dan dinyatakan telah meninggal dunia. Guna memastikan kondisi medis korban, pihak Puskesmas kemudian merujuk korban ke RSUD Sagaranten sekitar pukul 17.45 WIB.
Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh dr. Debit di RSUD Sagaranten menguatkan hasil pemeriksaan awal. Dokter menyatakan bahwa korban sudah tidak bernyawa.
“Hasil visum luar tidak menemukan adanya luka terbuka pada tubuh korban. Diduga kuat, meninggalnya almarhum disebabkan oleh gangguan fungsi organ vital seperti jantung dan paru-paru akibat sengatan listrik,” jelas Kapolsek.
Pasca kejadian, pihak Kepolisian Sektor Sagaranten langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan, mengamankan lokasi, serta memintai keterangan para saksi.
Jenazah korban sempat dibawa kembali ke Pondok Pesantren At-Taufik untuk dimandikan dan dipulasara oleh pengurus pesantren sebelum dishalatkan. Pihak keluarga korban menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan takdir Tuhan, serta menolak untuk dilakukan tindakan otopsi. Jenazah kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah duka di Sagaranten untuk dimakamkan.(*)
Laporan : Oto Iskandar
Editor: Hamjah















