JENTERANEWS.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat, melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) tengah membahas baseline dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Permukiman (RP3KP) guna mempercepat penuntasan kawasan kumuh di wilayah tersebut.
Rapat pembahasan yang digelar di Pendopo Kabupaten Sukabumi ini melibatkan berbagai unsur lintas sektoral. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menekankan pentingnya sinergi dan kontribusi pemikiran dari seluruh pemangku kepentingan agar regulasi yang dihasilkan dapat tepat sasaran.
“Beri masukan terbaiknya agar menghasilkan dokumen terbaik,” ujar Ade Suryaman dalam keterangannya di Sukabumi.
Ade menambahkan, masukan dari berbagai pihak sangat krusial untuk memastikan bahwa dokumen RP3KP yang tersaji nantinya benar-benar komprehensif, objektif, dan dapat diimplementasikan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menjelaskan bahwa salah satu sorotan utama dalam pembahasan dokumen tersebut adalah percepatan penataan kawasan kumuh. Pihaknya optimistis persoalan permukiman kumuh di Kabupaten Sukabumi dapat diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2027.
“Ini lebih cepat dari target. Semua itu dilakukan lewat rencana inovatif (bernama) Gerbang Pesona Bumi,” ungkap Sendi.
Lebih lanjut, Sendi menerangkan bahwa Gerbang Pesona Bumi merupakan akronim dari Gerakan Bangun Percepatan Ekosistem Hunian melalui Sinergi Organisasi, Kemitraan, dan Marketing Publik yang Inovatif di Kabupaten Sukabumi.
Pendekatan inovasi ini, menurutnya, tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi dirancang secara multidimensi. Program ini menitikberatkan pada tiga hal utama, yakni penataan kawasan kumuh, penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan skema pembiayaan kreatif melalui jalur kemitraan.
Melalui penyusunan RP3KP yang matang dan penerapan inovasi tersebut, Pemkab Sukabumi berharap dapat segera mewujudkan ekosistem hunian yang layak, sehat, dan berdampak langsung pada peningkatan taraf ekonomi masyarakat setempat.(*)















