Menu

Mode Gelap

Jakarta · 2 Jun 2026 08:48 WIB

BGN Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Prioritaskan Kelompok Rentan, Bukan Hanya Siswa Sekolah


					Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) memberikan penegasan mengenai sasaran utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memprioritaskan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebelum menjangkau siswa, dalam keterangan pers di Jakarta. Perbesar

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) memberikan penegasan mengenai sasaran utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memprioritaskan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebelum menjangkau siswa, dalam keterangan pers di Jakarta.

JENTERANEWS.com — Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan kekeliruan pemahaman terkait sasaran utama dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa program prioritas pemerintah tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk peserta didik di sekolah, melainkan memprioritaskan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Pernyataan ini ditekankan oleh Sony guna menyelaraskan persepsi dan langkah seluruh elemen pelaksana di lapangan, menyusul masih adanya miskonsepsi dari sejumlah yayasan maupun mitra pelaksana program.

“Pada setiap kesempatan konsolidasi program MBG di berbagai daerah, saya selalu menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu, barulah peserta didik,” ujar Sony dalam keterangan resminya pada Minggu (31/5/2026).

Miskonsepsi Istilah School Meal

Berdasarkan hasil pemantauan BGN, sebagian pihak masih menganggap program MBG hanya berfokus pada pemberian makanan bagi siswa di sekolah. Sony menduga kesalahpahaman ini dipengaruhi oleh penggunaan istilah school meal yang diadopsi secara luas, yang kemudian ditafsirkan secara sempit sebagai program makan untuk pelajar semata.

Akibat dari penafsiran yang keliru tersebut, sejumlah mitra pelaksana lebih dahulu berfokus menjalin kerja sama dengan pihak sekolah tanpa memahami sasaran prioritas awal yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Oleh karena itu, BGN terus menggelar konsolidasi di sejumlah daerah guna memperkuat pemahaman antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan, mitra pelaksana MBG, hingga Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG di tingkat kabupaten dan kota.

Investasi Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Lebih lanjut, Sony menjelaskan bahwa fokus pemenuhan gizi pada kelompok rentan merupakan esensi utama dan bentuk investasi strategis bangsa demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa depan. Ia mewanti-wanti agar tidak ada pelaksana di lapangan yang melenceng dari pedoman tersebut.

“Mengutamakan pemberian MBG kepada kelompok rentan merupakan esensi Program MBG sebagai investasi strategis bangsa Indonesia. Hal ini harus betul-betul dijiwai oleh seluruh pelaksana program di lapangan. Jangan coba-coba menyimpang dari tujuan utama,” tegas Sony.

Menutup keterangannya, Wakil Kepala BGN tersebut meminta seluruh elemen yang terlibat agar saling mengawal implementasi kebijakan MBG agar tetap berjalan sesuai jalurnya. Kesuksesan program ini dinilai krusial karena merupakan salah satu ujung tombak pemerintahan saat ini.

“Kita harus menjaga betul tujuan Program MBG ini, karena ini adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program yang bertujuan mulia untuk mewujudkan generasi Indonesia yang benar-benar siap mengisi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non-Subsidi per September 2026, Simak Rincian Lengkapnya

2 September 2026 - 09:19 WIB

BGN dan Kemenkeu Sinkronisasi Anggaran MBG, 80 Sekolah Swasta Mampu Bakal Dicoret dari Penerima

28 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi dan evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Kementerian Keuangan.

BGN Moratorium Pembukaan Dapur MBG Baru, Fokus Benahi Tata Kelola 27 Ribu Unit SPPG

26 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah, berkemeja biru) menyampaikan keterangan pers terkait kebijakan moratorium pembukaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) baru di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026). Penundaan ini dilakukan untuk memprioritaskan pembenahan tata kelola pada 27.000 unit dapur yang sudah ada.

BGN Lakukan “Bersih-Bersih”: Ratusan Pegawai Diberhentikan dan 833 Dapur MBG Ditutup Permanen

18 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), didampingi oleh jajaran pejabat BGN lainnya, memberikan keterangan pers kepada media massa di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7/2026). Sudaryono menjabarkan langkah-langkah tegas berupa pemecatan ratusan pegawai (non-ASN dan ASN) yang melanggar disiplin, serta penutupan permanen 833 dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG) karena masalah standar operasional, terutama terkait higienitas dan sanitasi.

BGN Libatkan Guru dan Tenaga Kependidikan Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah

10 Agustus 2026 - 17:33 WIB

FSP Maritim Indonesia Bantah Isu Mogok Kerja Nasional Buruh TKBM, Pastikan Operasional Pelabuhan Kondusif

3 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSP Maritim Indonesia), Ujang Supriatin, SE., MP., MM., dengan gestur tangan mengepal yang melambangkan keyakinan dan persatuan organisasi, secara tegas membantah isu rencana mogok nasional buruh TKBM saat memberikan pernyataan resmi di Jakarta.
Trending di Jakarta

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca