JENTERANEWS.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (03/08/2025) sore telah memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah titik. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai satu meter, dan sebuah akses jalan utama terputus total akibat material longsor.
Berdasarkan laporan cepat dari Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kecamatan Cicurug, hujan deras mulai turun sekitar pukul 17:00 WIB. Hanya dalam waktu 30 menit, debit air sungai meluap drastis dan lereng-lereng yang labil tidak mampu menahan curahan air, menyebabkan bencana hidrometeorologi di tujuh desa/kelurahan.
“Hujan turun sangat deras dalam waktu singkat, menyebabkan luapan air dari drainase dan sungai secara cepat. Di saat yang sama, beberapa tebing penahan tanah (TPT) tidak kuat menahan beban air sehingga longsor,” ujar Cawang, perwakilan TAGANA Kecamatan Cicurug Cawang, saat melaporkan hasil pemantauan di lokasi.

Tim gabungan dari TAGANA, BPBD, dan aparat setempat melakukan asesmen dan membantu warga yang terdampak banjir di salah satu lokasi di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Minggu (03/08/2025). (Foto: TAGANA Kecamatan Cicurug)
Dampak terparah dari bencana ini dirasakan di sedikitnya tujuh wilayah, yaitu Kelurahan Cicurug, Desa Bangbayang, Desa Mekarsari, Desa Kutajaya, Desa Pasawahan, Desa Tenjoayu, dan Desa Caringin.
Di Kelurahan Cicurug, banjir merendam tiga kampung. Kampung Kebon Cau menjadi lokasi terparah dengan 30 rumah terendam air setinggi satu meter. Sementara itu, di Kampung Babakan Kembang dan Kampung Lebak Sari, total delapan rumah terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 60 hingga 80 cm.
Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di Desa Pasawahan, di mana 30 rumah di Kampung Baru RW 06 juga terendam banjir setinggi satu meter. Hal serupa terjadi di Desa Tenjoayu, dengan 15 rumah di Kampung Cibeber terendam air dengan ketinggian yang sama.
Sementara itu, di Desa Mekarsari, bencana datang dalam bentuk longsor dan banjir. Sebuah tebing penahan tanah (TPT) di Perumahan BCA Mekarsari longsor dengan dimensi tinggi 10 meter dan lebar 15 meter. Material longsoran menutup total akses jalan menuju Kampung Cicewol dan Perumahan BCA. Selain itu, banjir setinggi satu meter juga merendam 13 rumah di Kampung Nyangkoek dan Kampung Ciutara.
“Tim gabungan segera bergerak setelah menerima laporan. Prioritas kami adalah melakukan asesmen, memastikan keselamatan warga, dan membuka akses jalan yang terisolir,” tambah Cawang.
Tim gabungan yang terdiri dari TAGANA, P2BK, aparat Kecamatan Cicurug, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, dan Damkar Rescue segera turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi. Bersama warga setempat, tim melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor dan membantu warga yang terdampak banjir.
Dari hasil asesmen sementara, sejumlah kerugian material telah teridentifikasi, termasuk satu unit sepeda motor di Kampung Cicatih, Desa Bangbayang, yang terseret arus banjir. Di Desa Caringin, dua rumah di Kampung Cibaregbeg kini dalam kondisi terancam akibat longsor di dekatnya.
Saat ini, kebutuhan yang paling mendesak bagi para korban adalah bahan pokok untuk konsumsi sehari-hari dan bahan material bangunan untuk memperbaiki rumah yang rusak serta infrastruktur yang hancur.
Hingga laporan ini diturunkan, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan lebih lanjut dan membantu proses penanganan darurat. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan mengingat cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi.(*)
Kor Fajar
Redaktur: Hamjah















