Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 18 Apr 2025 14:15 WIB

Budi Azhar Puji Kepemimpinan Marwan, Pagelaran Budaya Jadi Saksi Sukabumi Sambut Era Baru


					Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Bupati Marwan Hamami dalam acara Perbesar

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Bupati Marwan Hamami dalam acara "Pagelaran Budaya Rakyat

JENTERANEWS.com – Gemuruh tepuk tangan dan alunan musik tradisional memeriahkan Alun-Alun Palabuhanratu pada Kamis (17/4/2025), saat Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar “Pagelaran Budaya Rakyat” yang bertajuk “Merajut Harmoni, Melestarikan Tradisi, Menuju Sukabumi Mubarokah”. Acara ini menjadi panggung perpisahan yang khidmat bagi Bupati Drs. H. Marwan Hamami, M.M., dan Wakil Bupati Drs. H. Iyos Somantri, M.Si., sekaligus menyambut kepemimpinan baru H. Asep Japar dan H. Andreas yang akan menahkodai Sukabumi hingga tahun 2030.

Di tengah semarak pagelaran yang menampilkan beragam kesenian khas daerah seperti dongdang, dogdog lojor, tari jipeng, dan jaipongan, serta kolaborasi apik antara kasepuhan adat dan pelajar SMK Mutiara, sorotan tajam tertuju pada apresiasi yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali.

Budi Azhar secara terbuka memuji kepemimpinan dua periode Bupati Marwan Hamami. Menurutnya, Marwan Hamami telah berhasil menorehkan banyak warisan positif bagi Kabupaten Sukabumi, bahkan di tengah berbagai tantangan yang menerpa.

“Pak Marwan telah meninggalkan banyak warisan baik, mulai dari pembangunan desa wisata hingga pemberdayaan UMKM. Ini harus terus dilanjutkan,” tegas Budi Azhar, memberikan penekanan pada pentingnya keberlanjutan program-program yang telah dirintis.

Ucapan terima kasih dan selamat purna tugas pun tak luput disampaikan kepada Marwan Hamami dan Iyos Somantri atas dedikasi mereka selama menjabat. Pemerintah Kabupaten Sukabumi secara resmi menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas jasa keduanya dalam membawa Sukabumi dari ketertinggalan menuju kemajuan.

Sementara, Bupati Marwan Hamami dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kerja sama yang terjalin selama kepemimpinannya. Ia menyadari bahwa berbagai capaian yang diraih bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari sinergi seluruh elemen masyarakat dan DPRD.

“Selama kepemimpinan saya sadar ini bukan hasil kerja pribadi melainkan kerja sama semua pihak. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan DPRD yang telah bersama-sama menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi COVID-19, bencana alam, hingga masalah birokrasi. Alhamdulillah, kita bisa melewati semuanya demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang religius, maju, dan inovatif menuju masyarakat sejahtera lahir dan batin,” ungkap Marwan dengan penuh haru.

Marwan Hamami juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan baru di bawah H. Asep Japar dan H. Andreas. Ia optimis bahwa pembangunan yang telah dirintis akan terus dilanjutkan dan membawa Sukabumi ke arah yang lebih baik. Tak lupa, permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjabat turut disampaikan, sembari menitipkan harapan agar semangat pembangunan yang berlandaskan kearifan lokal dapat terus dijaga.

Tongkat estafet kepemimpinan kini resmi berada di tangan H. Asep Japar dan H. Andreas. Dalam kesempatan tersebut, H. Asep Japar menyatakan komitmennya untuk meneruskan pembangunan daerah serta melestarikan budaya dan nilai-nilai tradisi di tengah arus modernisasi.

“Visi Mubarokah bisa tercapai bila semua lapisan masyarakat bersinergi. Semoga setiap ikhtiar yang telah dan akan kita lakukan mendapat ridha Allah SWT,” ujar H. Asep Japar dengan penuh harap. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersinergi mewujudkan Sukabumi yang maju dan berkah.

Acara pisah sambut ini juga diwarnai dengan penyerahan cenderamata dari H. Asep Japar kepada para tokoh pembangunan, termasuk tokoh adat Kasepuhan, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka. Selain itu, momen kebersamaan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan penggalangan dana bagi warga yang terdampak bencana, menunjukkan kepedulian dan solidaritas masyarakat Sukabumi. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata dari Forkopimda dan berbagai instansi kepada Bupati dan Wakil Bupati periode 2021-2025 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi.

Pagelaran Budaya Rakyat ini menjadi simbol harapan baru bagi Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan H. Asep Japar dan H. Andreas, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal seperti yang disoroti oleh Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin demi mewujudkan visi Sukabumi yang Mubarokah.(*)

Laporan: Amzh

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Regulasi Kawasan Kumuh: Dinilai Jadi Batu Sandungan Pemerataan Infrastruktur Desa

27 Maret 2026 - 20:17 WIB

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, memberikan keterangan kepada media mengenai kebijakan penetapan kawasan kumuh yang dinilai membatasi pemerataan pembangunan infrastruktur, Jumat (27/3/2026).
Trending di Kabar Daerah