JENTERANEWS.com – Nasib malang menimpa Nata (50), seorang warga Kampung Karikil RT 01/01, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Rumah panggung miliknya habis dilalap si jago merah pada Selasa (17/6/2025) malam, sekitar pukul 23:15 WIB.
Peristiwa nahas ini terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. Sang pemilik, Nata, diketahui tengah meninggalkan rumahnya untuk melaksanakan kegiatan ronda. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 350 juta.
Menurut laporan tertulis dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, Ahmad, api diduga kuat berasal dari korsleting atau arus pendek listrik. Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan rumah panggung berukuran 7×9 meter tersebut.
“Dugaan sementara kejadian tersebut dari arus pendek listrik. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, hanya barang dan rumah saja yang habis tidak tersisa,” jelas Ahmad dalam keterangannya.
Akibat kebakaran ini, seluruh harta benda milik Nata yang tinggal seorang diri di rumah itu tidak dapat diselamatkan. Untuk sementara waktu, korban terpaksa mengungsi di kediaman saudaranya.
Laporan kejadian ini baru diterima oleh P2BK Kecamatan Nyalindung pada Rabu (18/6/2025) pagi. Setelah menerima informasi dari perangkat desa, tim langsung bergerak cepat.
“Kami segera melakukan koordinasi dengan Perangkat Desa, Kecamatan, Koramil, Polsek, dan relawan lainnya. Tim juga langsung turun untuk melakukan asesmen ke lokasi kejadian,” tambah Ahmad.
Sejumlah unsur gabungan telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan pendataan, di antaranya aparat Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, dan P2BK BPBD Kecamatan.
Saat ini, api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Pihak berwenang juga telah memberikan imbauan kepada warga sekitar untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik di rumah. Korban saat ini sangat membutuhkan uluran tangan berupa bantuan sandang, pangan, dan material untuk dapat membangun kembali tempat tinggalnya.(*)
[Hamjah]















