Menu

Mode Gelap

Sosial · 11 Apr 2025 14:26 WIB

Harapan Baru di Lembursawah: Kepala Desa dan Bhabinsa Kawal Perataan Lahan untuk Hunian Tetap Korban Bencana


					Menanti hunian baru: Kepala Desa Lembursawah, JAMA, bersama Bhabinsa memantau lahan yang tengah dipersiapkan untuk HUNTAP. Keberadaan hunian tetap ini menjadi harapan baru bagi ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat pergerakan tanah dan banjir. Perbesar

Menanti hunian baru: Kepala Desa Lembursawah, JAMA, bersama Bhabinsa memantau lahan yang tengah dipersiapkan untuk HUNTAP. Keberadaan hunian tetap ini menjadi harapan baru bagi ratusan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat pergerakan tanah dan banjir.

JENTERANEWS.com – Secercah harapan mulai menyinari wajah warga Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang menjadi korban bencana pergerakan tanah dan banjir. Kepala Desa Lembursawah, JAMA, yang akrab disapa Olun, bersama dengan Bhabinsa setempat dan perwakilan organisasi masyarakat (ORMAS) desa, aktif melakukan monitoring proses cut and fill atau perataan tanah yang akan menjadi lokasi pembangunan Hunian Tetap (HUNTAP) bagi mereka.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan keseriusan pemerintah desa dalam mempercepat penyediaan tempat tinggal yang layak bagi 249 Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan rumah akibat bencana dahsyat tersebut. Kepala Desa JAMA, saat diwawancarai awak media di tengah kesibukannya, mengungkapkan bahwa lahan seluas 59.250 meter persegi tengah dipersiapkan untuk pembangunan HUNTAP.

“Alhamdulillah, hingga saat ini, proses perataan tanah untuk HUNTAP ini sepenuhnya berasal dari donasi para dermawan, baik dari wilayah Sukabumi maupun dari luar daerah seperti Bandung, Jakarta, Depok, dan lainnya,” ungkap Jama dengan nada syukur. Ia menambahkan bahwa luas area yang diperuntukkan bagi HUNTAP mencapai 50.250 meter persegi, yang direncanakan untuk menampung seluruh 249 KK terdampak bencana.

Lebih lanjut, Kepala Desa JAMA menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dan melakukan pengontrolan lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU dan Perkim) serta pihak provinsi. Ia pun menyampaikan harapan besar akan uluran tangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk merealisasikan pembangunan HUNTAP ini. Bahkan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dikabarkan berencana untuk meninjau langsung lokasi pembangunan.

Keprihatinan mendalam dirasakan oleh Kepala Desa JAMA melihat kondisi warganya yang harus tinggal di pengungsian pasca-bencana. “Kami sangat prihatin melihat warga terdampak, khususnya di wilayah kami, Sukabumi Selatan. Terlebih lagi, mereka harus merayakan Hari Raya Idul Fitri di pengungsian setelah melewati bulan suci Ramadan,” tuturnya dengan nada haru.

Pihaknya pun membuka diri dan berharap kepada para donatur yang memiliki kepedulian untuk membantu meringankan beban warganya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, mulai dari pakaian, sembako, hingga dukungan moril.

Harapan baru di Lembursawah: Lahan ini, yang terletak di Kecamatan Pabuaran, Sukabumi, dipilih sebagai lokasi HUNTAP untuk merelokasi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana pergerakan tanah dan banjir yang melanda wilayah tersebut.

Harapan baru di Lembursawah: Lahan ini, yang terletak di Kecamatan Pabuaran, Sukabumi, dipilih sebagai lokasi HUNTAP untuk merelokasi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana pergerakan tanah dan banjir yang melanda wilayah tersebut.

Upaya Kepala Desa Lembursawah bersama Bhabinsa dan elemen masyarakat lainnya ini menjadi angin segar bagi para korban bencana. Monitoring yang intensif dan transparansi dalam pengelolaan donasi menjadi kunci dalam membangun kembali harapan dan memberikan tempat tinggal yang layak bagi mereka yang terdampak. Sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, masyarakat, dan para donatur diharapkan dapat mempercepat terwujudnya HUNTAP, sehingga warga Lembursawah dapat segera bangkit dan memulai kehidupan baru.(*)

Laporan: Mardi

Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Semua Puskesmas Serentak Gelar Khitanan Massal, Meriahkan Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi

26 September 2025 - 09:04 WIB

Sebanyak 10 anak di wilayah Kecamatan Cidadap mendapatkan layanan Khitanan Massal gratis di Puskesmas Cidadap, Jumat (26/9/2025). Program ini merupakan bagian dari aksi sosial serentak seluruh Puskesmas di Kabupaten Sukabumi, menandai peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155 dan memperkuat komitmen pelayanan kesehatan masyarakat.

LSM Dampal Jurig Santuni Janda Disabilitas di Zona Merah Sukabumi, Klarifikasi Berita Viral dan Janjikan Bantuan Lanjutan

22 September 2025 - 13:36 WIB

Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada Ibu Kartin (40) di kediamannya di Kampung Suradita, Gegerbitung, Sukabumi, Minggu (21/9/2025).

Ribuan Paket Daging Kurban dari Turki Dibagikan di Kecamatan Sagaranten, Kuota Disalurkan Melalui Pemerintah Desa

19 September 2025 - 19:26 WIB

Ribuan Paket Daging Kurban dari Turki Dibagikan di Kecamatan Sagaranten, Kuota Disalurkan Melalui Pemerintah Desa

Sinergi Lintas Sektor, Pemerintah Tangani Kasus Gizi Buruk di Desa Padasenang

28 Agustus 2025 - 13:17 WIB

Jajaran Pemerintah Kecamatan Cidadap, Desa Padasenang, dan tim kesehatan berdialog langsung dengan keluarga anak penderita gizi buruk. Kunjungan gabungan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menuntaskan masalah kesehatan dan sosial di tingkat desa.

Sinergi Lintas Sektor Hijaukan Lahan Kritis di Cidadap Melalui Penanaman Bambu

13 Agustus 2025 - 13:54 WIB

Camat Cidadap, Azwar Fauzi ABD Mufti S.STP., M.Si (tengah), secara simbolis menanam bibit bambu di lahan kritis Kampung Datar Nangka, Desa Mekartani. Aksi ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana dan edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Ditolak Ayah Kandung dan Ibu, Nasib Bocah 11 Tahun di Sukabumi Terkatung-katung

3 Juli 2025 - 20:24 WIB

Suasana saat Rio (tengah) didampingi berbagai pihak di Nagrak, Sukabumi, Kamis (3/7/2025). Nasib bocah 11 tahun ini masih belum menentu setelah ditolak oleh keluarganya dan kini menunggu keputusan penempatan dari pihak Griya Ramah Anak.
Trending di Sosial