Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 3 Okt 2023 16:28 WIB

Hendak Selundupkan TKI Ilegal, Dua Tersangka TPPO Diamankan Polres Sukabumi


					Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede didampingi sejumlah pejabat unsur terkait saat menunjukan barang bukti. Kasus TPPO Perbesar

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede didampingi sejumlah pejabat unsur terkait saat menunjukan barang bukti. Kasus TPPO

JENTERANEWS.com – Satreskrim Polres Sukabumi amankan dua orang warga diduga terlibat tindak pidana perdagangan orang yang hendak di kirim ke Australia.

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede dengan didampingi dari DP3A Kabupaten Sukabumi, Palamarta kementrian sosial RI, Disnakertrans dan BP3MI Jabar mengatakan, berawal dari informasi masyarakat terdapat salah satu rumah di kecamatan Palabuhanratu terdapat 29 orang yang terindikasi akan diberangkatkan bekerja ke luar negeri dengan tujuan negara Australia.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, personel Satreskrim dan unit PPA melakukan penyelidikan dan memastikan kebenaran puluhan orang dari berbagai wilayah di Indonesia yang akan diberangkatkan bekerja ke Australia melalui teluk Palabuhanratu.

“Penyelidikan dilengkapi administrasi administrasi, termasuk kami bekerja sama atau berkoordinasi dengan instansi terkait, DP3A, Palamarta, Disnakertrans, BP3MI Jabar,” ungkap Maruly. Selasa, (3/10).

“Kita lakukan penggeledahan di salah satu rumah yang dicurigai tersebut, dan ditemukan ada 29 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia bukan hanya di wilayah Jabar, ada yang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Lombok Nusa Tenggara Barat, ada pula yang dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatera Utara Sulawesi Tengah, serta kota Palu,” imbuhnya.

Baca Juga:   Polisi Ringkus Dua Anggota Geng Motor Pembacok Warga di Sukabumi

Lanjut Maruly, kemudian tim gabungan dari Satreskrim, Unit PPA, dan unsur terkait tadi melakukan pedalaman lebih lanjut ke 29 orang tersebut para calon pekerja yang kemudian mereka langsung dilakukan upaya-upaya pemeriksaan dan melengkapi alat-alat bukti yang ada, sehingga didapatkan kesimpulan bahwa para korban direkrut untuk bekerja di salah satu perkebunan buah di Australia dengan sistem pembayarannya di gaji per jam.

“Kemudian untuk bisa bekerja di sana mereka harus mengeluarkan biaya administrasi sebesar masing-masing 40 juta itu hasil dari keterangan beberapa saksi yang juga korban,” jelasnya.

Baca Juga:   27 Kepala Daerah Se Jawa Barat Tandatangani Kesepakatan Bersama Komponen Pendanaan Pilkada

Dari hasil informasi tersebut, Maruly menegaskan, jajaran Satreskrim dan unit PPA serta unsur yang terlibat berhasil melakukan upaya paksa mengamankan tersangka dua orang yakni berinisial AS (40) warga Kabupaten Grobogan yang berperan sebagai perekrut awal yang sebelumnya pernah berkecimpung di bidang PJTKI dan memanfaatkanya membuka lowongan melalui media Facebooknya.

Sementara satu orang tersangka lainnya berinisial CL seorang perempuan warga Jakarta berperan sebagai penampung administrasi biaya biaya atau penerima transfer yang dilakukan puluhan calon korban tersebut yang masing masing mengirim berjumlah kisaran Rp 40jutaan.

“Jadi ketika ada beberapa yang berminat, para tersangka berinteraksi melalui telepon seluler dan melakukan transaksi sebagai dana operasional yang dikirim ke rekening tersangka CL, kita lakukan upaya penegakan hukum, CL kita amankan di Jakarta,” terangnya.

Baca Juga:   Rapat Dinas, Bupati "Kolaborasi Pelaksanaan Program Wujudkan Visi Kab. Sukabumi"

Masih kata Maruly, saat ini kedua tersangka tersebut sudah diamankan dan tengah dalam proses penyidikan dan dilakukan penahanan di Satreskrim Polres Sukabumi, sedangkan untuk peran-peran masing masing sedang dalam pendalaman lebih lanjut.

“Ada beberapa orang dalam pengejaran atau DPO, mudah-mudahan kita bisa merangkai sindikat ini secara utuh sehingga peran-peran dari masing-masing dari mulai perebutan, penerima dana, pengurus paspor, yang mengirimkan para korban ini ke Australia bisa secara utuh kita simpulkan,” bebernya.

Maruly menegaskan, terhadap dua orang tersangka yang saat ini telah diamankan diterapkan pasal 2 dan atau pasal 4 dan atau pasal 10 dan atau pasal 11 undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman pidana hukuman paling rendah 3 tahun dan paling tinggi 15 tahun pidana penjara. (*)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Monitoring Stok Beras Di Gudang Bulog, Ketersediaan Untuk Kab. Sukabumi Masih Stabil

28 Februari 2024 - 21:05 WIB

Monitoring Stok Beras Di Gudang Bulog, Ketersediaan Untuk Kab. Sukabumi Masih Stabil

Wabup Sukabumi Melaunching SOHIB, Terobosan Kemudahan Layanan Pengajuan Hibah Dan Bansos

28 Februari 2024 - 15:40 WIB

Wabup Sukabumi Melaunching SOHIB, Terobosan Kemudahan Layanan Pengajuan Hibah Dan Bansos

Sukabumi, Sekda” Perlu Langkah Strategis Dan Preventif”

28 Februari 2024 - 14:11 WIB

Tingkatkan Pengawasan Orang Asing Di Kab. Sukabumi, Sekda" Perlu Langkah Strategis Dan Preventif"

Serahkan SPT PPH Tahun Pajak 2023, Jajaran Pimpinan Daerah Kab. Sukabumi Terima Penghargaan

27 Februari 2024 - 13:54 WIB

Serahkan SPT PPH Tahun Pajak 2023, Jajaran Pimpinan Daerah Kab. Sukabumi Terima Penghargaan

Wabup Buka Upgrading Munaqisy Forum Komunikasi Pendidikan Alquran Kabupaten Sukabumi

27 Februari 2024 - 13:47 WIB

Wabup Buka Upgrading Munaqisy Forum Komunikasi Pendidikan Alquran Kabupaten Sukabumi

Sebelum Jembatan Cipicung Ambruk, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Pastikan Sudah Di Anggarkan

26 Februari 2024 - 20:14 WIB

Sebelum Jembatan Cipicung Ambruk, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Pastikan Sudah Di Anggarkan
Trending di Kabar Daerah