Menu

Mode Gelap

Sosial · 10 Jun 2025 14:40 WIB

Hubungkan Surade-Waluran, Pembangunan Jembatan Gantung yang Dibiayai Zakat Dimulai


					Warga dari Desa Sirnasari dan Desa Mekarmukti bahu-membahu mengangkut material di lokasi pembangunan jembatan gantung, Sukabumi, Selasa (10/6/2025). Semangat kebersamaan ini menjadi motor utama pembangunan kembali jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka. Perbesar

Warga dari Desa Sirnasari dan Desa Mekarmukti bahu-membahu mengangkut material di lokasi pembangunan jembatan gantung, Sukabumi, Selasa (10/6/2025). Semangat kebersamaan ini menjadi motor utama pembangunan kembali jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka.

JENTERANEWS.com – Asa yang sempat terputus kini kembali tersambung bagi ribuan warga di perbatasan Kecamatan Surade dan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Setelah bertahun-tahun berulang kali hancur diterjang banjir bandang, pembangunan kembali jembatan gantung yang menghubungkan Desa Sirnasari dan Desa Mekarmukti akhirnya dimulai. Proyek ini menjadi simbol kekuatan gotong royong warga, yang bersinergi dengan dana zakat dan keahlian teknis dari mitra pembangunan.

Jembatan gantung ini lebih dari sekadar infrastruktur. Selama puluhan tahun, ia menjadi urat nadi utama yang menopang kehidupan masyarakat. Melalui jembatan inilah roda perekonomian berputar, anak-anak berangkat menuntut ilmu, warga mengakses layanan kesehatan, dan tali silaturahmi antar desa terjalin erat. Namun, lokasinya yang rentan terhadap luapan air sungai membuatnya kerap putus, mengisolasi warga dan melumpuhkan aktivitas mereka.

Proses pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Surade dan Waluran mulai berjalan. Dibangun dari dana zakat dan swadaya masyarakat, jembatan ini diharapkan lebih tangguh untuk mengantisipasi bencana banjir di masa mendatang.

Proses pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Surade dan Waluran mulai berjalan. Dibangun dari dana zakat dan swadaya masyarakat, jembatan ini diharapkan lebih tangguh untuk mengantisipasi bencana banjir di masa mendatang.

Tak ingin terus menyerah pada keadaan, warga dari kedua desa berinisiatif untuk membangun kembali jembatan secara swadaya. Semangat kebersamaan ini kemudian gayung bersambut. Melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN, dana zakat yang dihimpun dari perusahaan dan karyawan disalurkan untuk mewujudkan harapan warga.

“Inisiatif mulia ini adalah bukti nyata kepedulian dan semangat kolaborasi,” ujar seorang perwakilan di lokasi. “Ini bukan sekadar membangun jembatan fisik, tetapi membangun kembali harapan.”

Untuk memastikan konstruksi yang kokoh dan tahan bencana, YBM BRILiaN menggandeng Sasaka Indonesia sebagai mitra teknis. Lembaga ini dipilih karena rekam jejaknya yang mengesankan, telah berhasil membangun lebih dari 34 jembatan di berbagai pelosok nusantara.

Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Sasaka Indonesia diharapkan tidak hanya membangun jembatan yang fungsional, tetapi juga merancang struktur yang lebih tangguh untuk menghadapi potensi bencana di masa depan.

“Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai tepat waktu, sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan oleh tim di lapangan,” ujar Koordinator Tim Sasaka, menegaskan komitmen timnya untuk bekerja secara profesional dan efisien.

Antusiasme dan harapan besar terpancar dari wajah masyarakat setempat. Mualim, salah satu tokoh masyarakat, menyuarakan perasaan ribuan warga lainnya.

“Semoga pembangunan jembatan ini berjalan lancar tanpa kendala. Kami sangat berharap jembatan ini benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat dan memudahkan mobilitas kami kembali, karena jembatan ini sangat kami butuhkan,” ungkapnya penuh harap.

Pembangunan kembali jembatan gantung Sirnasari-Mekarmukti ini menjadi sebuah potret ideal kolaborasi multi-pihak: kekuatan komunal warga, filantropi Islam melalui dana zakat, dan keahlian teknis profesional. Lebih dari sekadar menyambungkan dua desa, jembatan ini menyatukan tekad, membangkitkan asa, dan menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih cerah dan terhubung.(*)

Kor: A.Rahman

Redaktur Pelaksana: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 83 kali

Baca Lainnya

164 Ribu Peserta PBI JK Dinonaktifkan, Pemkab Sukabumi Berpacu Validasi Data Jelang Tenggat Akhir April

16 April 2026 - 10:30 WIB

Kopdes Merah Putih Ditargetkan Serap 1,4 Juta Pekerja, Prioritaskan Keluarga Penerima Manfaat PKH

13 April 2026 - 20:00 WIB

Menteri Koperasi Ferry Juliantono (tengah) memberikan keterangan pers didampingi jajaran terkait di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop), Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Ferry memaparkan target ambisius program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang diproyeksikan mampu menyerap hingga 1,4 juta tenaga kerja, dengan memprioritaskan warga miskin penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Semua Puskesmas Serentak Gelar Khitanan Massal, Meriahkan Hari Jadi ke-155 Kabupaten Sukabumi

26 September 2025 - 09:04 WIB

Sebanyak 10 anak di wilayah Kecamatan Cidadap mendapatkan layanan Khitanan Massal gratis di Puskesmas Cidadap, Jumat (26/9/2025). Program ini merupakan bagian dari aksi sosial serentak seluruh Puskesmas di Kabupaten Sukabumi, menandai peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155 dan memperkuat komitmen pelayanan kesehatan masyarakat.

LSM Dampal Jurig Santuni Janda Disabilitas di Zona Merah Sukabumi, Klarifikasi Berita Viral dan Janjikan Bantuan Lanjutan

22 September 2025 - 13:36 WIB

Ketua Umum LSM Dampal Jurig, Irvan Azis, secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako kepada Ibu Kartin (40) di kediamannya di Kampung Suradita, Gegerbitung, Sukabumi, Minggu (21/9/2025).

Ribuan Paket Daging Kurban dari Turki Dibagikan di Kecamatan Sagaranten, Kuota Disalurkan Melalui Pemerintah Desa

19 September 2025 - 19:26 WIB

Ribuan Paket Daging Kurban dari Turki Dibagikan di Kecamatan Sagaranten, Kuota Disalurkan Melalui Pemerintah Desa

Sinergi Lintas Sektor, Pemerintah Tangani Kasus Gizi Buruk di Desa Padasenang

28 Agustus 2025 - 13:17 WIB

Jajaran Pemerintah Kecamatan Cidadap, Desa Padasenang, dan tim kesehatan berdialog langsung dengan keluarga anak penderita gizi buruk. Kunjungan gabungan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menuntaskan masalah kesehatan dan sosial di tingkat desa.
Trending di Sosial