JENTERANEWS.com Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Sukabumi mengakibatkan bencana tanah longsor di Kampung Pamatutan Tengah RT 54/22, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 13 Agustus 2025, sekitar pukul 18.30 WIB.
Longsor berasal dari tebing setinggi tiga meter yang berada persis di samping rumah warga. Material longsor dengan panjang enam meter dan lebar 1,5 meter tersebut kini mengancam satu unit rumah milik Astagina, yang dihuni oleh satu kepala keluarga (KK) terdiri dari empat jiwa.
Petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Parungkuda, Hamdan Ramadhan, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (14/8/2025), menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
“Beruntung tidak ada korban jiwa. Kondisi rumah saat ini masih bisa dihuni, namun kami mengimbau penghuni untuk tetap waspada karena situasi masih mengancam,” ujar Hamdan.
Menindaklanjuti laporan, tim gabungan segera turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan upaya penanganan awal. Tim terdiri dari personel Tagana, TNI/Polri, aparat Kecamatan Parungkuda, pemerintah desa, P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan), KNPI, Karang Taruna, relawan Parungkuda Quick Response, serta dibantu oleh warga setempat.
Menurut Hamdan, penanganan lebih lanjut memerlukan sejumlah kebutuhan mendesak untuk mencegah longsor susulan dan melindungi rumah terdampak.
“Kebutuhan mendesak di lokasi saat ini meliputi bronjong untuk membangun dinding penahan longsor, terpal untuk menutup area rawan, serta bantuan sandang dan pangan bagi keluarga yang terdampak,” pungkasnya. (*)
Editor : Mia















