JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak Minggu malam (13/4/2025) hingga Senin pagi (14/4/2025) menyebabkan jembatan darurat di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, ambruk. Jembatan yang menjadi jalur alternatif vital bagi warga dan kendaraan itu tak mampu menahan terjangan luapan Sungai Cidadap.
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan betapa dahsyatnya amukan air sungai. Jembatan darurat tampak bergeser dari posisi semula dan hancur berkeping-keping akibat arus deras yang membawa material kayu dan berbagai sampah. Kondisi ini semakin memperparah kerusakan struktur jembatan.
Staf lapangan PJN 2.3 Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Andri, yang ditemui di lokasi, menegaskan bahwa jembatan darurat saat ini tidak aman untuk dilalui kendaraan roda empat. “Untuk sementara, jembatan darurat kami tutup karena kondisi cuaca masih hujan dan air sungai sangat deras. Ini bisa membahayakan pengguna jalan,” ujarnya kepada awak media.
Andri menjelaskan lebih lanjut bahwa jembatan tersebut tidak sepenuhnya roboh, melainkan mengalami pergeseran yang cukup signifikan akibat tekanan air sungai yang meluap sekitar pukul 21.00 WIB malam sebelumnya. “Banyak kayu terbawa arus sehingga menyebabkan struktur jembatan bergeser,” imbuhnya.
Akibatnya, akses bagi kendaraan roda empat melalui jembatan darurat terputus total. Sementara itu, petugas bersama warga setempat terlihat bahu-membahu mengatur lalu lintas kendaraan roda dua agar menggunakan jembatan utama sebagai jalur alternatif. Alat berat milik Kementerian PU juga tampak siaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dan membantu proses penanganan.
Meskipun demikian, Andri memberikan kelonggaran bagi kendaraan dengan kepentingan mendesak untuk tetap melintasi jembatan utama di wilayah Cidadap. “Untuk kendaraan yang sifatnya urgent boleh masuk lewat jembatan (utama) Cidadap,” pungkasnya.
Insiden ini tentu menjadi perhatian serius dan diharapkan pihak terkait segera mengambil langkah-langkah perbaikan agar akses transportasi bagi masyarakat dapat kembali normal secepatnya. Warga diimbau untuk tetap berhati-hati mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.(*)
Laporan: Ridwan















