Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 3 Okt 2025 15:43 WIB

Kontingen FTBI Kota Sukabumi Melaju ke Tingkat Provinsi, Wakil Wali Kota Bobby Maulana: ‘Jaga Bahasa Sunda di Tengah Arus Modernisasi’


					Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, secara simbolis melepas Kontingen Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kota Sukabumi di Balai Kota, Jumat (3/10/2025). Kontingen yang terdiri dari 28 siswa SD dan SMP ini siap berlaga di tingkat Provinsi Jawa Barat untuk melestarikan dan mengharumkan nama Bahasa Sunda. Perbesar

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, secara simbolis melepas Kontingen Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kota Sukabumi di Balai Kota, Jumat (3/10/2025). Kontingen yang terdiri dari 28 siswa SD dan SMP ini siap berlaga di tingkat Provinsi Jawa Barat untuk melestarikan dan mengharumkan nama Bahasa Sunda.

JENTERANEWS.com – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, secara resmi melepas Kontingen Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kota Sukabumi yang siap berlaga di ajang bergengsi tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pelepasan yang berlangsung khidmat namun meriah di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi ini menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian bahasa dan budaya Sunda.

Acara pelepasan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, para guru pendamping, dan official sekolah. Suasana semakin semarak dengan penampilan kesenian “ngabodor sorangan” yang kocak dan menghibur dari siswa asal Nyomplong, menunjukkan kekayaan talenta seni lokal.

Pentingnya Peran Generasi Muda
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bobby Maulana menyoroti peran krusial generasi muda dalam menjaga eksistensi budaya daerah, khususnya Bahasa Sunda, di tengah tantangan zaman.

“FTBI bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah strategis untuk menumbuhkan kebanggaan sekaligus melatih keterampilan anak-anak kita dalam menampilkan seni dan budaya lokal,” tegas Bobby Maulana. Ia menekankan bahwa pembangunan karakter tidak akan lengkap tanpa akar budaya yang kuat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru yang telah berdedikasi membimbing siswa, memastikan potensi mereka berkembang dan kecintaan terhadap budaya daerah tetap tumbuh subur di tengah derasnya arus modernisasi.

Membawa Misi Harumkan Nama Kota
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, dalam laporannya, mengungkapkan bahwa kontingen tahun ini akan berjuang di tujuh cabang lomba, melibatkan total 28 peserta dari jenjang SD dan SMP. Seluruh peserta membawa satu misi penting:

mengharumkan nama Kota Sukabumi di kancah Provinsi Jawa Barat.

Pihak Dinas Pendidikan pun memohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Kota Sukabumi agar para duta budaya ini dapat tampil maksimal dan menorehkan prestasi terbaik.

Di akhir acara, Wakil Wali Kota Bobby Maulana secara simbolis menyerahkan bendera pelepasan kepada kontingen. Ia berpesan agar seluruh peserta tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga untuk menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran berharga.

“Upaya melestarikan bahasa dan budaya daerah harus terus berlanjut sebagai bagian integral dari pembangunan manusia berkarakter di Kota Sukabumi,” pungkas Bobby Maulana, menandai resminya keberangkatan para tunas budaya menuju Provinsi Jawa Barat.

Kontingen ini diharapkan mampu membawa pulang prestasi yang membanggakan, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk mencintai bahasa ibu mereka. (*)

Editor: Mia

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Ditinggal Pemilik ke Kebun, Rumah Panggung di Ciracap Sukabumi Ludes Dilalap Si Jago Merah

6 April 2026 - 18:17 WIB

Hujan Deras Picu Longsor di Lengkong Sukabumi, Satu Rumah Warga Rusak

6 Maret 2026 - 20:13 WIB

TPT Tower di Lengkong Sukabumi Longsor Akibat Cuaca Ekstrem

6 Maret 2026 - 20:05 WIB

Trending di Bencana