JENTERANEWS.com – Bencana tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (23/10/2025) sore. Longsor yang dipicu hujan deras dan angin kencang ini menyebabkan kerugian besar di sektor pertanian dan menimbulkan ancaman serius bagi pemukiman warga.
Menurut laporan resmi Tim Pusdalops-PB BPBD Kecamatan Curugkembar, longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di Kampung Cikaret, Desa Bojong Tugu.
Material longsor dilaporkan telah menimbun lahan pertanian padi seluas satu hektar, yang dipastikan menyebabkan gagal panen dan menjadi pukulan berat bagi petani setempat.
Selain merusak lahan, ancaman terbesar kini adalah pergerakan lumpur susulan. Laporan asesmen menyebutkan bahwa banyak lahan pertanian lain dan area pemukiman warga terancam oleh aliran lumpur dari lokasi longsor. “Warga sangat khawatir lumpur akan sampai ke pemukiman,” demikian bunyi laporan tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi, situasi ini menciptakan keresahan. Kondisi cuaca di lokasi hingga kini masih gerimis, yang meningkatkan risiko pergerakan tanah.
Menanggapi kejadian ini, tim gabungan yang terdiri dari P2BK, perangkat Kecamatan, Posramil, Polsek, Tagana, dan TKSK telah diterjunkan untuk melakukan asesmen cepat.
Saat ini, upaya penanganan darurat difokuskan pada pembendungan aliran lumpur. Kebutuhan mendesak yang diidentifikasi adalah 700 buah karung untuk membuat tanggul darurat penahan lumpur agar tidak meluas ke rumah-rumah warga. Tim gabungan dan masyarakat bersiaga penuh untuk penanganan darurat sambil terus memantau kondisi cuaca. (*)
Editor : Mia















