JENTERANEWS.com – Sepasang suami istri (Pasutri) Karsidin (70) dan istrinya Koyah, (65), warga Kampung Cimapag Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, tinggal di gubuk reyot. Kehidupannya sangat memprihatinkan karena untuk makan mereka harus menunggu pemberian orang. Minggu (17/12/2023).
Di rumah kecil berukuran 4×6 meter berdinding bambu, keduanya menghabiskan waktu sambil menunggu belas kasih dari warga setempat. Mereka tidak bisa kerja karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Kondisi rumah Bapak Karsidin nyaris roboh di Kp.Cimapag Desa Cikarang Kecamatan Cidolog Kabupaten Sukabumi.
Rumah dan isinya tak dirawat serta dalam kondisi kotor dan berantakan. Tidak ada air, apalagi sumur, pompa, dan kamar mandi. Baju yang dikenakan, kain yang berserakan tidak dicuci karena tidak ada air.
Keberadaan Karsidin dan istrinya Koyah yang tinggal di gubuk tua tersebut di laporkan oleh salah seorang warga melalui ketua ketua Rukun Tetangga.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Korkab PKH Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, beserta perangkat Desa setempat langsung berkunjung ke Gubuk Karsidin.
“Ya benar, tadi kami telah melakukan kunjungan ke rumah bapak Karsidin yang terletak di kampung Cimapag,” ujar H. Dendi Korkab PKH Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.
H.Dendi mengaku terharu dengan kondisi keluarga Karsidin, yang hidup dibawah garis kemiskinan dan menempati rumah tidak layak huni.
“Saya sangat berterima kasih kepada warga yang menginformasikan keberadaan beliau, sehingga kami bisa tahu kondisi keluarga pak Karsidin,” tambah H.Dendi.
Atas keprihatinannya ia akan komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di tingkat kabupaten untuk membangun rumah layak huni untuk keluarga Karsidin.
Sementara Kepala desa Cikarang Atam, mengatakan pihak nya sudah mendapat laporan bahkan mengunjunginya mengenai keluarga Bapak Karsidin yang tinggal di rumah tidak layak huni.
“Kami sudah data rumahnya termasuk juga data personalnya agar mereka juga mendapatkan bantuan sosial lainnya,” kata Atam
Lebih lanjut Atam menyadari kalau di desanya masih banyak terdapat rumah tidak layak huni yang harus diselesaikan, meski begitu ia mengaku kesulitan untuk mengatasinya dan butuh bantuan dari pemerintah diatasnya.
“Kami pun sangat prihatin dengan kondisi warga kami namun dengan keterbatasan anggaran dana desa kami belum bisa mengatasi secara maksimal maka dari itu kami butuh bantuan dari para stakeholder untuk sama-sama menyelesaikannya” pungkasnya. (*)















