JENTERANEWS.com – Aksi pembacokan kembali terjadi di Sukabumi. Seorang pemuda berinisial H (20), warga Kabandungan, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) saat perjalanan pulang kerja. Insiden berdarah ini terjadi di persimpangan jalan Kopeng, Kampung Kabandungan, Rt 02/09, Desa Parungseah, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, tepat tengah malam pada Jumat (17/1/2025) sekitar pukul 00.00 WIB.
Korban yang bekerja sebagai karyawan penjual Bubur Pengkolan di samping SMP 9, mengalami luka bacok di kepala akibat sabetan senjata tajam jenis katana.
Menurut Kasubsi Pengelola Informasi Dokumentasi dan Multimedia (PIDM) Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, saat kejadian, korban bersama rekannya, RR (21), yang juga bekerja di tempat yang sama, berboncengan sepeda motor hendak pulang usai bekerja.
“Berdasarkan keterangan korban, pada hari Jumat, 17 Januari 2025, sekitar pukul 00.00 WIB dini hari, telah terjadi pembacokan yang dilakukan oleh dua orang pelaku,” ungkap Ade.
Korban mengaku sempat merasa diikuti oleh dua pelaku yang mengendarai motor dan mengenakan jaket hitam. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) di dekat bak sampah, motor pelaku memepet motor korban. Tanpa ampun, salah seorang pelaku langsung mengayunkan pedang katana ke arah korban yang dibonceng, mengenai bagian kepalanya.
“Di TKP tersebut, tepatnya dekat bak sampah, sepeda motor pelaku memepet sepeda motor korban sambil berjalan, menghempaskan sajam jenis samurai ke arah korban yang dibonceng (H) hingga korban luka pada bagian kepala,” jelas Ade.
Pelaku sempat kembali mengayunkan senjatanya ke arah pengemudi motor, namun beruntung korban mengenakan helm sehingga terhindar dari luka.
Tak berhenti di situ, pelaku sempat memutar balik motornya, diduga hendak kembali menyerang. Namun, korban yang menyadari hal tersebut segera memutar balik motornya dan melarikan diri, sementara pelaku melarikan diri ke arah kota. Akibat kejadian ini, korban H mengalami luka sobek di kepala dan mendapat enam jahitan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif dan pengejaran terhadap para pelaku. Kasus ini menambah daftar panjang aksi kekerasan di wilayah Sukabumi dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas di malam hari.(*)
Laporan: Denny Nurman















