JENTERANEWS.com – Sebanyak 12 orang pelaut asing, 3 diantaranya warga NTT diamankan jajaran kepolisian polres Sukabumi setelah diduga terombang ambing ditengah laut perairan Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi.
Sebelum mereka diamankan, kata Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Tenda Sukendar, awalnya sekitar pukul 14.50 Wib mendapat laporan dari security Pelabuhan perikanan nusantara Palabuhanratu yang ayahnya saat itu tengah melaut di sekitaran ujung genteng dimintai pertolongan oleh pelaut asing.
Setelah dihampiri oleh nelayan yang merupakan ayah dari security tersebut, kata Tenda lagi memang benar 12 orang pelaut asing itu meminta pertolongan untuk dibawa ke darat, dengan alasan kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan.
“Setelah menerima laporan kami langsung berkoordinasi dengan sat intelkam melalui kasat intelkam polres sukabumi. Kemudian menugaskan dua anggota untuk menjemput kapal pelaut asing yang membutuhkan pertolongan tersebut,” ujar Tenda.
“Setelah itu kami juga berkoordinasi dengan imigrasi untuk melakukan penjemputan. Kami berangkat sekira jam 15.14 wib menuju kapal yang menjemput itu,” imbuhnya.
Setelah sampai di sekitar perairan berdekatan dengan PLTU Jabar 2 Palabuhanratu, lanjut Tenda kapal nelayan dengan dua orang ABK yang juga membawa warga negara asing diduga orang China sebanyak 9 orang dan 3 warga NTT langsung dievakuasi kapal dibawa ke area dermaga.
“Kami juga berkoordinasi dengan kasat sabhara untuk menjemput. Kemudian dibawa ke Satreskrim Polres Sukabumi untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai keberadaan kapal di tengah perairan ujung genteng itu,” paparnya.
Sementara itu, KBO Reskrim IPTU Ruskan Hermawan menambahkan saat ini ke 13 orang tersebut tengah menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh personelnya.
“Saat ini sedang kami dalami, history perjalanannya, motifnya apa sedang kami dalami. Saat ini belum ada keterangan yang pasti yang kami peroleh,” timpalnya.
Namun dari keterangan sementara yang didapat, tegas Ruskan tiga orang warga negara Indonesia atau NTT menerangkan, mereka dimintai jasa angkut oleh warga asing tersebut ke tempat wisata, yang saat itu ke tiga orang NTT tersebut sedang memancing.
“Di Sulawesi di pulau bau bau minta diantar ke pulau Hoga, katanya untuk wisata, itu sementara. Sempat oleh petugas dari angkatan laut australia, kemudian di berikan sekoci dilepas, habis BBM, akhirnya terombang ambing sampailah ke perairan kita Sukabumi,” tandasnya.(*)















