JENTERANEWS.com – Jembatan Gantung Paris, penghubung vital antara Desa Pasir Bungur (Kabupaten Lebak, Banten) dan Desa Caringin (Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat), tengah menjalani proses renovasi signifikan. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara swadaya masyarakat kedua desa dan dukungan pendanaan dari PT Paragon Technology and Innovation (Paragon Group).
Jembatan ini memainkan peran krusial dalam kehidupan sehari-hari warga, terutama sebagai jalur utama bagi pelajar dan aktivitas ekonomi. Setiap harinya, siswa dari wilayah Jawa Barat memanfaatkan jembatan ini untuk bersekolah di Banten. Selain itu, jembatan ini memfasilitasi mobilitas warga dalam memenuhi kebutuhan harian dan menjalankan kegiatan perdagangan antar wilayah.
Sejarah mencatat, Jembatan Gantung Paris pertama kali dibangun pada tahun 2015 dengan konstruksi besi. Sebelumnya, masyarakat secara gotong royong membangun jembatan sederhana menggunakan material bambu dan kayu atas prakarsa tokoh masyarakat setempat.

Warga dan tim pelaksana proyek bergotong royong dalam proses renovasi Jembatan Gantung Paris yang menghubungkan Desa Pasir Bungur (Banten) dan Desa Caringin (Jawa Barat).
Renovasi saat ini didanai melalui mekanisme penyaluran zakat dari PT Paragon Group beserta karyawannya, dengan Sinergi Foundation bertindak sebagai mitra penyalur dan Sasaka Indonesia sebagai pihak pelaksana pembangunan di lapangan. Sasaka Indonesia memiliki rekam jejak dalam pembangunan 33 jembatan di berbagai wilayah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Target penyelesaian renovasi adalah satu minggu. Efisiensi ini dimungkinkan karena seluruh komponen jembatan telah melalui proses perakitan selama tiga minggu di fasilitas pabrikasi Cianjur,” jelas perwakilan Tim Sasaka Indonesia.
Keberadaan jembatan yang layak menjadi harapan besar bagi warga. Ibu Sari, seorang penduduk Desa Caringin, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Jembatan ini sangat kami butuhkan untuk aktivitas sehari-hari, terutama bagi anak-anak yang bersekolah di seberang,” ujarnya.
Kegiatan ini menyoroti sinergi efektif antara partisipasi masyarakat, kontribusi sektor swasta, dan peran lembaga sosial dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan antar provinsi.(*)
[Hamjah]















