Menu

Mode Gelap

News · 6 Jan 2025 16:27 WIB

Puluhan Siswa di Surade Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Demi Sekolah Pasca Jembatan Hanyut Diterjang Banjir


					Siswa SD dan SMP di Kecamatan Surade, Sukabumi, terpaksa menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah setelah jembatan gantung Bangkewong hanyut diterjang banjir bandang. Kondisi ini membahayakan keselamatan mereka dan mengganggu proses belajar. Perbesar

Siswa SD dan SMP di Kecamatan Surade, Sukabumi, terpaksa menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah setelah jembatan gantung Bangkewong hanyut diterjang banjir bandang. Kondisi ini membahayakan keselamatan mereka dan mengganggu proses belajar.

JENTERANEWS.com – Puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus menghadapi tantangan berat demi meraih pendidikan. Mereka terpaksa menyeberangi sungai setiap hari untuk pergi dan pulang sekolah, menyusul hanyutnya jembatan gantung Bangkewong akibat banjir bandang pada 4-5 Desember 2024 lalu.

Jembatan gantung Bangkewong, yang terletak di aliran Sungai Cikarang Hilir, merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Surade dengan Kecamatan Waluran. Keberadaan jembatan ini sangat penting bagi mobilitas warga, termasuk para pelajar.

Menurut Kepala SMP Negeri 8 Surade, Ade Syarif Hidayat, jembatan yang ambruk tersebut berada di perbatasan Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, dan Desa Mekar Mukti, Kecamatan Waluran. Dampak dari putusnya jembatan ini sangat dirasakan oleh para siswa.

“Sebanyak 20 siswa SMP Negeri 8 Surade setiap hari harus turun ke sungai karena tidak adanya jembatan. Bahkan untuk siswa SD Negeri Cijambe, jumlahnya mungkin lebih banyak yang melewati sungai karena kedua sekolah (SMP dan SD) merupakan Sekolah Satu Atap (Sayap),” ungkap Ade pada Senin (6/1/2025).

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran yang mendalam bagi pihak sekolah dan para orang tua. Ade mengungkapkan bahwa hingga saat ini, belum ada informasi mengenai rencana perbaikan jembatan yang rusak tersebut. Ia khawatir ancaman bahaya akan semakin meningkat, terutama saat debit air sungai tiba-tiba naik ketika siswa sedang melintas.

“Mudah-mudahan ada perbaikan jembatan secepatnya karena ada 3 jembatan di wilayah ini yang rusak terbawa banjir. Jembatan tersebut penting bagi akses masyarakat, ada 6 RT yang mempergunakan jembatan itu untuk pergi ke sekolah,” tutur Ade.

Pentingnya infrastruktur yang memadai bagi akses pendidikan. Diharapkan pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jembatan yang rusak, sehingga para siswa dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman.(*)

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News