Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 5 Mar 2025 11:33 WIB

RSUD Bunut di Sukabumi Terancam Bangkrut, Wali Kota Turun Tangan!


					Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengambil langkah tegas untuk memperbaiki kondisi RSUD Bunut yang terancam bangkrut. Perbesar

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengambil langkah tegas untuk memperbaiki kondisi RSUD Bunut yang terancam bangkrut.

JENTERANEWS.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin, S.H., atau yang akrab disapa RSUD Bunut, tengah berjuang melawan badai permasalahan finansial yang mengkhawatirkan. Di bawah sorotan tajam Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, berbagai praktik yang dianggap merugikan mulai diungkap dan ditindaklanjuti.

Hasil pemeriksaan keuangan terbaru menunjukkan bahwa RSUD Bunut menerima subsidi dari APBD Kota Sukabumi sebesar Rp40,7 miliar per tahun. Dana yang seharusnya kembali ke kas daerah ini, menurut Ayep, justru mengancam keberlangsungan rumah sakit. “Jika tidak segera diperbaiki, dalam empat tahun ke depan, nilai keuangan Bunut bisa menjadi nol,” tegasnya.

Salah satu praktik yang menjadi sorotan adalah pemberian memo gratis kepada pasien atas permintaan pejabat. Ayep dengan tegas menyatakan bahwa praktik ini harus dihentikan. “Tidak ada lagi gratis-gratis, memo-memo. Saya tidak akan mengeluarkan memo apapun,” ujarnya. Selain itu, ia juga menyoroti praktik titipan pegawai yang dianggap tidak profesional. “Karyawannya tidak boleh ada titipan. Boleh masuk dari mana saja, silakan, sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.

Gaji direktur RSUD yang sebelumnya mencapai Rp300 juta per bulan, jauh di atas ketentuan yang berlaku, juga menjadi perhatian utama. Ayep berencana untuk menurunkan gaji direktur mendatang. “Kalau tidak mau diturunkan, jangan jadi direktur. Saya cari orang profesional saja,” katanya.

Plt. Direktur Utama RSUD Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, menyatakan komitmennya untuk memperbaiki kondisi rumah sakit. Beberapa langkah telah diambil sesuai instruksi wali kota, termasuk penertiban daftar pasien yang tidak melakukan pembayaran. “Kami menyambut baik kebijakan tersebut sehingga praktik tersebut dapat diputus,” katanya.

RSUD Bunut menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bagian dari upaya perbaikan finansial. “Tahun ini, EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) harus positif. Dari total pendapatan Rp320 miliar, diharapkan bisa meningkat menjadi Rp350 miliar di tahun pertama. Target jangka panjangnya adalah mencapai Rp500 miliar sesuai rencana strategis,” tutupnya.

Seluruh proses perbaikan RSUD Bunut akan dilakukan secara transparan dan profesional. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjadikan RSUD Bunut sebagai rumah sakit yang mandiri dan berkualitas.(*)

Laporan: Awang

Artikel ini telah dibaca 672 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

Rupiah Terkapar di Hadapan Dolar AS, Kurs Jual Perbankan Tembus Rp 17.450

17 Mei 2026 - 17:56 WIB

Anggota DPRD Sukabumi H. Loka Tresnajaya Apresiasi Purna Tugas Camat Cicurug dalam Momentum Halal Bihalal

30 April 2026 - 18:36 WIB

Suasana hangat saat penyampaian sambutan dalam acara Halal Bihalal sekaligus Pengantar Purna Tugas Camat Cicurug, Judi Budimansjah, S.IP., A.Kp., di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/4/2026). Acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pemberian penghormatan atas dedikasi pengabdian beliau di wilayah tersebut.

Susun Baseline RP3KP, Pemkab Sukabumi Targetkan Penataan Kawasan Kumuh Tuntas 2027

22 April 2026 - 18:30 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah), didampingi pejabat terkait dari Dinas Perkim saat memberikan pengarahan dalam rapat pembahasan Baseline Dokumen Rencana Pembangunan Pengembangan Perumahan Kawasan Pemukiman (RP3KP) di Pendopo Sukabumi. Pertemuan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menghasilkan dokumen yang komprehensif bagi pembangunan daerah.

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi
Trending di News