Wartawan: Hamjah
JENTERANEWS.com – Satu keluarga di Kampung Cipangkalan, Desa Hegarmulya Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya akibat rumah mereka yang posisinya berada di atas tebing tanah longsor dan dikhawatir timbulnya korban jiwa.
Bencana tanah longsor ini menyebabkan rumah milik ibu Yayah, terbawa longsor, dengan sepanjang 7 meter, lebar 3 m, dan tinggi 2 meter. bagian dinding rumah ambruk, bagian pondasi anjlok dan bagian kontruksi bangunan rumah miring.

P2BK Cidadap Husni Mubarak, saat melakukan asesmen pada korban bencana longsor di Hegarmulya
“Khawatir longsoran tanah meluas dan rumahnya ikut terbawa sehingga bisa mengancam keselamatannya,” kata Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cidadap Husni Mubarak.
Menurut Husni, tebing tanah yang di atasnya merupakan permukiman warga ini longsor karena dipicu oleh hujan deras yang turun pada hari senin 8 mei kemarin, dengan durasi yang cukup lama.
Bencana longsor ini terus meluas dan mulai mengikis pondasi rumah Yayah ini hingga Masyarakat yang mengetahui, memperingatkan penghuninya agar mengungsi karena posisi rumahnya sudah berada di ujung tebing yang bisa saja ikut terbawa longsor dan dikhawatirkan jatuhnya korban jiwa.
Sampai akhirnya penghuni rumah menuruti imbauan dari masyarakat sekitar dan petugas penanggulangan bencana. Apalagi hujan deras masih terus turun setiap harinya dan dikhawatirkan terus meluas.
Menurut Husni, meskipun baru satu rumah terancam bencana tanah longsor, pihaknya tetap mengingatkan warga agar selalu waspada dan lebih baik mengungsi ke lokasi yang lebih aman, sebab kondisi tanah semakin labil akibat terus diguyur hujan.
“Tidak ada korban jiwa pada kejadian bencana alam tanah longsor ini, namun pemilik rumah merugi sekitar Rp 200 juta karena harus meninggalkan huniannya tersebut mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” ujarnya.
Ia mengatakan wilayah yang menjadi tugasnya masuk dalam peta daerah rawan longsor, sehingga pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan unsur Muspika Cidadap untuk melakukan berbagai antisipasi. (*)















