Jentera News – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat pemerintah desa hingga jajaran Forkopimda, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang dipicu oleh musim hujan. Mengingat prediksi cuaca yang menunjukkan intensitas hujan tinggi hingga Februari 2025, potensi terjadinya bencana seperti tanah longsor, pohon tumbang, dan bencana hidrometeorologi lainnya sangat mungkin terjadi.
Infrastruktur Terancam, Warga Diminta Waspada
Dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten Sukabumi telah mengalami sejumlah bencana akibat hujan deras yang disertai angin kencang. Kerusakan infrastruktur jalan menjadi salah satu dampak yang paling nyata. Menanggapi hal ini, Sekda Ade Suryaman mengingatkan bahwa kondisi ini dapat terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.
“Hujan deras yang terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah, terutama pada jalan-jalan. Kita perlu bersiap menghadapi kondisi ini,” tegas Ade Suryaman.
Pentingnya Peran Masyarakat dan Pemerintah Desa
Sekda Ade Suryaman menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya mitigasi bencana. Kepala desa dan camat diminta untuk secara rutin memantau wilayah-wilayah yang rawan bencana dan memberikan himbauan kepada masyarakat.
“Kepala desa dan camat harus mengetahui betul daerah mana saja yang berpotensi terjadi longsor. Mereka harus sering melakukan pengecekan dan memberikan informasi kepada warga,” ujarnya.
Keterbatasan Anggaran, Butuh Sinergi Semua Pihak
Ade Suryaman juga menyoroti keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah dalam menangani bencana. Oleh karena itu, sinergi dan kerja sama dari semua pihak sangat diperlukan.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan anggaran APBD untuk menangani semua bencana. Semua pihak harus terlibat aktif, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” imbuhnya.(*)















