JENTERANEWS.com – Suasana Kampung Simpang RT 012/RW 004, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi duka pada Senin malam (21/04/2025) sekitar pukul 19.50 WIB. Kobaran api melahap habis sebuah rumah permanen berukuran 9 x 6 meter milik Uti (54), meninggalkan puing dan kenangan pahit bagi tiga kepala keluarga yang berjumlah sembilan jiwa.
Kepala Desa Bojongjengkol, Nirwana, mengungkapkan bahwa musibah ini bermula ketika Uti, sang pemilik rumah, melihat jilatan api dan asap tebal mengepul dari bagian depan kediamannya. “Pak Uti sempat berupaya keras memadamkan api seorang diri sambil berteriak meminta bantuan warga sekitar. Namun, karena lokasi yang cukup jauh dari sumber air, si jago merah dengan cepat merembet dan meluluhlantakkan seisi rumah,” jelas Nirwana dengan nada prihatin.
Tragisnya, bagian depan rumah yang juga difungsikan sebagai warung dan gudang turut menjadi santapan api, berikut seluruh isinya yang tak sempat diselamatkan. Hanya sebagian kecil dinding bangunan yang berdiri tegak, menjadi saksi bisu dahsyatnya amukan api. Lebih memilukan lagi, Uti dan istrinya mengalami luka bakar dalam peristiwa nahas ini dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kebakaran ini tidak hanya merenggut tempat tinggal, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi sembilan jiwa yang kini kehilangan segalanya. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Pemerintah Desa Bojongjengkol bergerak cepat merespons kejadian ini. Koordinasi intensif telah dilakukan dengan pihak Kecamatan Jampangtengah, Koramil, dan Polsek setempat. Tim gabungan dari Pemdes, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Taruna Tanggap Bencana (TAGANA), serta warga sekitar langsung terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen kerugian dan memberikan bantuan darurat.
“Kami telah mengambil langkah cepat untuk membantu para korban. Selain itu, kami juga mengimbau seluruh warga Desa Bojongjengkol untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya kebakaran, terutama mengingat kondisi cuaca kering yang melanda wilayah kita saat ini,” tegas Nirwana.
Lebih lanjut, Nirwana menyampaikan bahwa taksiran kerugian materi akibat musibah ini mencapai angka sekitar Rp50 juta. “Saat ini, para korban sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan darurat berupa material bangunan untuk membangun kembali tempat tinggal mereka, sandang pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, perlengkapan mandi, alat tidur, serta berbagai kebutuhan mendesak lainnya pasca bencana ini,” pungkasnya, berharap adanya kepedulian dari berbagai pihak untuk meringankan beban warganya.
Solidaritas dan uluran tangan dari berbagai pihak kini sangat diharapkan untuk membantu Uti dan keluarganya serta dua kepala keluarga lainnya bangkit dari keterpurukan akibat musibah kebakaran yang menghancurkan impian dan harta benda mereka.(*)
Laporan: Joko Samudro















