JENTERANEWS.com – Di balik bangunan sederhana musala merangkap madrasah yang baru berdiri kokoh di Kampung Ciwangun, Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, terpancar kebahagiaan yang tak ternilai. Puluhan pasang mata anak-anak santri berbinar-binar saat menerima mushaf Al-Qur’an baru, sumbangan dari relawan Komunitas Pendaki Gunung Gegerbitung. Bantuan ini menjadi oase di tengah keterbatasan, menggantikan Al-Qur’an lama yang kondisinya sudah memprihatinkan, dengan lembaran-lembaran yang hilang dan tak layak lagi untuk dibaca.

Raut bahagia terpancar dari wajah para santri Madrasah Bhabinkamtibmas saat menerima Al-Qur’an baru dari relawan Komunitas Pendaki Gunung Gegerbitung, disaksikan oleh Bripka Luthfi Herdiansyah (belakang), sosok inspiratif di balik pembangunan kembali madrasah ini.
Wajah-wajah polos itu memancarkan antusiasme yang mendalam. Bagi mereka, Al-Qur’an bukan hanya sekadar kitab suci, tetapi juga jendela ilmu dan pedoman hidup. Menerima mushaf baru terasa seperti mendapatkan harapan baru, semangat baru untuk lebih giat mempelajari agama. Jari-jari kecil mereka dengan hati-hati memegang sampul Al-Qur’an, seolah menyadari betapa berharganya amanah ini.
“Senang sekali dapat Al-Qur’an baru. Yang lama sudah sobek, susah dibacanya,” ujar salah seorang santri dengan senyum polosnya. Ungkapan sederhana ini menggambarkan betapa besar arti bantuan tersebut bagi mereka. Di tengah minimnya fasilitas, keberadaan Al-Qur’an yang layak menjadi penyemangat utama dalam menimba ilmu agama.
Bripka Luthfi Herdiansyah, sang Bhabinkamtibmas yang dengan tulus membangun kembali madrasah ini, turut menyaksikan momen haru tersebut. Matanya berkaca-kaca melihat kebahagiaan para santri. Baginya, bantuan Al-Qur’an ini melengkapi upayanya dalam menyediakan tempat belajar yang layak. “Melihat anak-anak gembira menerima Al-Qur’an ini, hati saya ikut terharu. Semoga dengan Al-Qur’an yang baru ini, mereka semakin semangat belajar dan menjadi generasi yang berakhlak mulia,” ungkapnya dengan suara penuh harap.
Ketua Komunitas Pendaki Gunung Gegerbitung, Toni Hartono, juga merasakan kehangatan momen penyerahan Al-Qur’an. Baginya, melihat senyum bahagia para santri adalah motivasi terbesar untuk terus berbuat kebaikan. “Kami berharap, bantuan Al-Qur’an ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi proses belajar mengajar di madrasah ini. Ini adalah wujud kepedulian kami terhadap pendidikan agama di pelosok daerah,” tuturnya.
Kisah para santri di Kampung Ciwangun ini adalah potret semangat belajar yang tak lekang ditelan keterbatasan. Di tengah kondisi madrasah yang dulunya nyaris roboh dan Al-Qur’an yang tak lagi utuh, mereka tetap gigih menuntut ilmu agama. Bantuan Al-Qur’an dari Komunitas Pendaki Gunung ini menjadi cahaya terang, memberikan semangat baru dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Senyum haru mereka adalah cerminan betapa nilai-nilai agama tertanam kuat di hati generasi penerus bangsa ini, dan uluran tangan dari berbagai pihak akan menjadi bekal berharga dalam menggapai cita-cita.(*)
[Laporan: Mardi | Editor: Hamjah]















