Menu

Mode Gelap

News · 17 Des 2024 13:42 WIB

Sukabumi Luncurkan Program PALING KURINDU untuk Tekan Stunting


					Sukabumi Luncurkan Program PALING KURINDU untuk Tekan Stunting Perbesar

JENTERANEWS.com Pemerintah Kota Sukabumi terus gencar dalam upaya menurunkan angka stunting. Terbaru, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) meluncurkan program PALING KURINDU pada Selasa (17/12/2024). Program ini bertujuan untuk mengurangi angka prevalensi stunting melalui pengembangan kawasan urban farming pangan terpadu dan pekarangan pangan lestari (P2L).

Peluncuran program ini dilakukan secara langsung oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, di Kelompok Tani Silih Asih, Kampung Cipanengah Girang. Kusmana menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu langkah nyata dalam penanganan stunting dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk pertanian dan pangan.

“Program PALING KURINDU ini sangat penting karena kita ingin melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya pencegahan stunting. Dengan memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga, terutama bagi mereka yang berisiko stunting,” ujar Kusmana.

Menurut data, prevalensi stunting di Kota Sukabumi pada tahun 2023 mencapai 26,9%. Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan angka ini turun menjadi 17-18% pada tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut, berbagai strategi telah disusun, termasuk koordinasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami tidak hanya fokus pada produksi sayuran, tetapi juga protein hewani seperti telur, ayam, dan ikan. Harapannya, program ini dapat meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat,” tambah Kusmana.

Abdurahman Eka Putra, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan DKP3 Kota Sukabumi, mengungkapkan bahwa program PALING KURINDU juga bertujuan untuk menguatkan kapasitas kelompok tani. Dengan demikian, petani dapat memproduksi pangan secara berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong petani untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan lahan yang ada. Selain itu, kami juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani agar mereka dapat mengembangkan usahanya,” jelas Abdurahman.

Dengan diluncurkannya program PALING KURINDU, diharapkan angka stunting di Kota Sukabumi dapat terus menurun. Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi anak-anak.(*)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News