Menu

Mode Gelap

News · 2 Jan 2025 21:00 WIB

Ketua P2TP2A Sukabumi Mengutuk Keras Aksi Penyiraman Air Keras dalam KDRT


					Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Hj. Yani Jatnika Marwan, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa sebuah keluarga di Sukabumi. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kepercayaan dalam rumah tangga untuk mencegah terjadinya kekerasan. Perbesar

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Hj. Yani Jatnika Marwan, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa sebuah keluarga di Sukabumi. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kepercayaan dalam rumah tangga untuk mencegah terjadinya kekerasan.

JENTERANEWS.com – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan penyiraman air keras menggemparkan Kabupaten Sukabumi. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Hj. Yani Jatnika Marwan, menyampaikan keprihatinan dan mengutuk keras tindakan pelaku, Gagan (59), terhadap istri dan keluarganya.

Peristiwa tragis ini menimpa Dedeh Kurniasih (46), istri sah pelaku, beserta dua anak mereka, M. Sarif (18) dan Angga Juliana Suakir (12). Lebih memilukan lagi, aksi brutal tersebut juga mengenai cucu korban yang masih berusia 4 tahun serta dua tetangga yang ikut menjadi korban.

Hj. Yani mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas kejadian ini. “Saya sangat prihatin dan mengecam perbuatan keji ini. Seharusnya, di antara suami dan istri ada kepercayaan. Jika ada komunikasi yang baik, hal semacam ini tidak perlu terjadi,” ujarnya, Kamis (2/1).

Istri Bupati Sukabumi ini menjelaskan bahwa kasus ini kemungkinan telah ditangani oleh kepolisian atau Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), sehingga belum diterima langsung oleh P2TP2A. Meski demikian, pihaknya tetap menaruh perhatian serius terhadap kasus ini sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas kekerasan yang dialami perempuan dan anak-anak.

Hj. Yani menyoroti pentingnya kepercayaan dan komunikasi dalam rumah tangga. “Kalau suami lebih percaya dan tidak terlalu curiga terhadap aktivitas istri, seperti membaca pesan di WhatsApp, hal seperti ini tidak akan terjadi,” katanya. Ia berharap kasus ini diproses secepatnya dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal. Bahkan, ia menyinggung hukuman qisas dalam Islam sebagai pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

P2TP2A berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kepercayaan dan komunikasi dalam keluarga. “Kami juga mengimbau semua pihak untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghentikan segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga,” pungkas Hj. Yani.(*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News