JENTERANEWS.com – Aksi tawuran yang melibatkan pelajar dan alumni dari tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pecah di wilayah Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (11/1) dini hari. Akibat insiden ini, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam. Pihak kepolisian saat ini tengah memburu para pelaku yang terlibat dalam tawuran tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun jenteranews.com, bentrokan tersebut terjadi di Jalan Raya Rambay, Kampung Tagog Bayur, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud. Tawuran ini melibatkan pelajar dan alumni dari SMK Sagaranten, SMK Tegalbuleud, dan SMK Agrabinta dari wilayah Kabupaten Cianjur. Dalam insiden ini, SMK Tegalbuleud berkoalisi dengan SMK Agrabinta.

Lokasi terjadinya tawuran antar pelajar di Kampung Tagog Bayur, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/1) dini hari.
Kapolsek Tegalbuleud, Iptu Azhar Sunandar, menjelaskan bahwa para pelajar dari SMK Sagaranten diketahui melakukan perjalanan menuju wilayah Tegalbuleud dengan menggunakan tujuh sepeda motor pada Jumat (10/1) malam. Rombongan tersebut awalnya berencana bertemu di Jembatan Cibeureum, namun karena tidak menemukan lawan, mereka melanjutkan perjalanan hingga akhirnya bertemu dengan kelompok SMK Tegalbuleud dan SMK Agrabinta di Kampung Tagog Bayur sekitar pukul 01.00 WIB.
Bentrokan pun tak terhindarkan dan berlangsung selama kurang lebih dua menit. Kedua belah pihak menggunakan senjata tajam seperti celurit. Ketika korban dari SMK Sagaranten mulai terluka, mereka berusaha melarikan diri. Namun, salah satu korban tertinggal di lokasi dan meminta pertolongan warga setempat.
Tiga korban yang mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam berasal dari pihak SMK Sagaranten, yaitu:
- AD (26): Mengalami luka robek pada bahu kanan yang membutuhkan 22 jahitan serta luka ringan pada lutut.
- MRR (17): Mengalami luka robek di betis kanan sebanyak 20 jahitan dan dua jahitan di tangan kanan.
- MAR (19): Mengalami luka di pangkal paha sebanyak tiga jahitan, luka lecet di kening, dan memar di punggung.
Korban MRR saat ini dirawat di RSUD Sagaranten, sementara AD mendapatkan perawatan di praktik bidan di Cidolog, dan MAR awalnya ditangani oleh warga sebelum dijemput oleh keluarganya untuk melanjutkan pengobatan.
Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa dua senjata tajam dan satu sarung celurit dari lokasi kejadian. Iptu Azhar Sunandar menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu para pelaku yang terlibat dalam tawuran tersebut. Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut oleh Polsek Tegalbuleud.(*)















