Menu

Mode Gelap

Laporan: Awang Ruswandi · 15 Jul 2023 14:46 WIB

Aksi Protes Mahasiswa dan LSM Terkait PPDB Dan Infak Sekolah


					Aksi Protes Mahasiswa dan LSM Terkait PPDB Dan Infak Sekolah Perbesar

JENTERANEWS.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota dan Kabupaten Sukabumi menuai protes. Beberapa kelompok LSM dan mahasiswa menggeruduk Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Sukabumi, Jumat (14/7/2023) sore.

Dikutip dari detikJabar, para massa membawa spanduk bertuliskan ‘Sukabumi Belum Siap Sistem Zonasi’ dan dipasang di gerbang gedung KCD. Aksi protes mereka mendapatkan pengamanan ketat dari ratusan petugas Polres Sukabumi Kota dan TNI.

Dace Arisandi selaku anggota LSM Kompak (Koalisi Masyarakat Pengawal Konstitusi) mengatakan, ada lima poin tuntutan terkait persoalan PPDB. Lima poin yang menjadi tuntutan LSM yaitu soal zonasi, penindakan terhadap oknum kepala sekolah, panitia ataupun oknum lainnya yang terlibat dalam sistem PPDB.

Pihaknya juga mengkritisi persoalan infak sekolah yang menurutnya tidak sesuai dengan Permendikbud Tahun 2016, Nomor 75, Pasal 12 Huruf B.

“Tidak boleh sekecil apapun pihak komite untuk meminta sumbangan kepada anak didik atau orang tua murid,” kata Dace kepada awak media.

Bukan hanya itu, LSM Kompak juga meminta agar mengembalikan kesucian dunia pendidikan di Sukabumi agar lebih profesional terhadap penerimaan peserta didik baru. Apabila tuntutan tak terpenuhi, mereka menuntut agar Kepala KCD Pendidikan Wilayah V diganti.

“Kita menuntut ganti dan enyahkan ibu KCD Pendidikan Wilayah V dari Sukabumi karena dianggap tidak mampu menjalankan tupoksi selama dua tahun berjalan ini. Iya, tidak ada satupun produk yang dilahirkan oleh KCD sendiri,” kata dia.

Sementara itu, Ketua PB Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asli Sukabumi (Himasi) Danial Fadhilah mengatakan, kedatangan mahasiswa juga untuk menyuarakan kekecewaan terhadap sistem PPDB saat ini.

“Karena kalau sistemnya masih seperti ini kita harus memperhatikan bagaimana adik-adik kita nanti ataupun adik-adik kita sekarang punya keinginan bersekolah namun sulit sekolah. Jangankan mereka dikasih kesempatan untuk berjuang, mereka daftar saja tidak masuk,” kata Danial.

Menurutnya, sistem PPDB zonasi saat ini masih bisa diperdebatkan dan dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu, ia menilai pemerintah saat ini tidak adil menjalankan sistem PPDB ini. Bahkan, sampai ada siswa titipan untuk bisa lolos atau masuk di sekolah favorit.

“Soal titipan siswa juga ini menjadi sorotan kita bersama. Artinya kalau titipan itu dianggap sebuah pengecualian, karena kondisi Sukabumi hari ini dianggap belum siap. Seharusnya pengecualian itu tidak hanya untuk anggota dewan saja, tetapi untuk semua lapisan masyarakat,” bebernya.

Menanggapi aksi mahasiswa dan LSM Koordinator Pengawas SMA pada KCD Pendidikan Wilayah V Sukabumi, Iwan Setiawan, Dia mengatakan, sistem PPDB jalur zonasi saat ini sudah ketat.

“Jadi, sistem zonasi sekarang sudah betul-betul strict (ketat) sehingga ruang untuk intervensi manusia di sistem zonasi hampir tidak ada. Karena titik koordinat ditentukan oleh sistem, GPS, membaca alamat yang diinput oleh peserta didik yang daftar sesuai alamat KK,” kata Iwan.

Saat melakukan pendaftaran, kata dia, siswa akan mendaftar ke dalam aplikasi. Setelah mereka mengisi berkas, kemudian menentukan titik zonasi versi peserta.

“Nah, bisa jadi peserta itu tidak sama titik zonasi yang mereka tentukan dengan alamat yang diinput di KK,” tutupnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Resmikan Praditya Adhiguna Global School, Bupati Asep Japar Dorong Lahirnya Generasi Unggul Berwawasan Global

13 Februari 2026 - 15:48 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar (batik) bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (putih) dan jajaran perwira TNI AL saat meninjau ruang kelas usai meresmikan Praditya Adhiguna Global School (PAGS) di Grand Cikareo Regency, Kota Sukabumi, Jumat (13/2/2026).

Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Sukabumi Soroti Lonjakan Harga Ayam Akibat Tingginya Permintaan Program MBG

12 Februari 2026 - 17:23 WIB

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (tengah), didampingi unsur Forkopimda berdialog dengan pedagang beras saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Semi Modern (PSM) Palabuhanratu, Kamis (12/2/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang Ramadan 1447 H.

Polres Sukabumi Kota Bongkar Praktik Penanaman Ganja, Oknum Relawan SPPG Ditetapkan Tersangka

12 Februari 2026 - 13:10 WIB

Kasat Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Tenda Sukendar, menunjukkan barang bukti foto tanaman ganja dalam pot yang berhasil diamankan saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (12/2/2026).

TMMD ke-127 Resmi Dibuka, Pemkab Sukabumi dan TNI Bersinergi Akselerasi Pembangunan Infrastruktur di Cikembar

10 Februari 2026 - 15:49 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas meninjau kesiapan personel gabungan saat membuka secara resmi TMMD ke-127 di Desa Parakanlima. Sebanyak 150 personel akan dikerahkan selama 30 hari ke depan untuk membangun jalan dan infrastruktur lainnya sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Jerat Hukum Menanti Bapak Sambung di Sukabumi: Kelalaian Senapan Angin Terancam Pasal 474 KUHP Baru

10 Februari 2026 - 12:12 WIB

Terlapor S (35), bapak sambung korban, saat digiring anggota kepolisian menuju ruang Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota, Senin (9/2/2026). S menjalani pemeriksaan intensif terkait kasus tewasnya SH (6) akibat peluru senapan angin.

Polres Sukabumi Kota Bongkar Peredaran Ribuan Obat Terlarang: Modus ‘Sistem Peta’ Terungkap di Cisaat

9 Februari 2026 - 21:46 WIB

Ribuan butir obat keras terbatas (OKT) jenis Tramadol dan Hexymer, serta berbagai jenis psikotropika dan satu unit telepon genggam yang berhasil disita Satnarkoba Polres Sukabumi Kota dari tangan tersangka MWAA (46) di Kecamatan Cisaat. Foto diambil saat rilis kasus, Senin (9/2).
Trending di Laporan: Awang Ruswandi