Menu

Mode Gelap

News · 1 Nov 2024 12:59 WIB

Ambulan Desa Loji Sukabumi Hilang Diduga Dicuri, Berikut Kronologisnya


					Foto ilustrasi, Kendaraan ambulans desa Loji, Kecamatan Simpenan yang hilang di gondol maling. Perbesar

Foto ilustrasi, Kendaraan ambulans desa Loji, Kecamatan Simpenan yang hilang di gondol maling.

Kabar mengejutkan datang dari Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, di mana sebuah ambulan dilaporkan hilang diduga dicuri pada Jumat (1/11) dini hari.

Ambulan yang setiap hari siap sedia untuk menangani keadaan darurat masyarakat tersebut diduga diambil dari halaman rumah sopirnya di Kampung Bojongkopo, RT 01, RW 12.

Ambulan berpelat merah dengan nomor polisi F 9920 Q ini, yang selama ini menjadi harapan warga dalam situasi darurat, kini tidak terlihat lagi di halaman kantor desa Loji.

Sekretaris Desa Loji, Encep Sunandi, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, kejadian bermula ketika kendaraan yang digunakan untuk mobilisasi bantuan darurat tersebut terparkir di depan rumah sopir yang biasa mengemudikannya.

Encep menyatakan bahwa hilangnya ambulan ini menambah keresahan di kalangan warga. Ia menduga ambulan tersebut pertama kali diketahui hilang sekitar pukul 02.50 WIB, saat suasana kampung masih sepi.

“Menurut sopir, ambulan diparkir di depan rumah dalam keadaan terkunci. Namun, saat dicek kembali, kendaraan itu sudah tidak ada,” ungkap Encep.

Ia menegaskan bahwa insiden ini merupakan pukulan berat bagi pemerintah desa Loji, karena pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan menjadi terganggu. Ketiadaan ambulan menghambat upaya evakuasi atau transportasi warga yang memerlukan bantuan medis.

“Ambulan desa sangat penting bagi kami. Dengan hilangnya kendaraan ini, pelayanan kesehatan masyarakat otomatis terganggu,” jelasnya.

Encep menambahkan bahwa pihak desa telah berupaya cepat dengan melakukan pencarian dan menyebarkan informasi kepada warga melalui pengumuman dan saluran lainnya. Mereka juga telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Simpenan, yang kemudian meneruskan kasusnya ke Polres Sukabumi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Ia juga meminta kerja sama dari semua pihak agar siapa pun yang melihat atau memiliki informasi mengenai keberadaan ambulan ini segera melapor kepada pihak berwenang.

“Kami sangat berharap kendaraan ini segera ditemukan. Ambulan desa adalah aset penting untuk membantu masyarakat dalam keadaan darurat,” ujar Encep dengan penuh harapan.(*)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News