Menu

Mode Gelap

News · 14 Jan 2025 16:55 WIB

Dedeh Kurniasih, Korban KDRT Penyiraman Air Keras di Sukabumi, Meninggal Dunia Usai 12 Hari Berjuang


					Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Dedeh Kurniasih di TPU setempat, Minggu (14/1/2025) Perbesar

Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Dedeh Kurniasih di TPU setempat, Minggu (14/1/2025)

JENTERANEWS.com – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mencoreng Sukabumi. Dedeh Kurniasih (43), korban penyiraman air keras oleh suaminya sendiri, menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari di rumah sakit. Insiden tragis ini terjadi pada Senin, 30 Desember 2024, di kediaman korban di Kampung Sindang Palay, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.

Duka mendalam menyelimuti keluarga dan kerabat yang mengantarkan Dedeh ke peristirahatan terakhirnya di TPU setempat pada Minggu, 14 Januari 2025. Isak tangis dan doa mengiringi prosesi pemakaman, menandai kesedihan yang mendalam atas kepergian Dedeh.

Peristiwa nahas ini bermula dari konflik rumah tangga yang berkepanjangan antara Dedeh dan suaminya, UN (58). Puncak dari perselisihan tersebut berujung pada tindakan keji UN yang menyiramkan air keras ke tubuh Dedeh. Akibatnya, Dedeh mengalami luka bakar serius di hampir sekujur tubuhnya dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Sayangnya, luka yang diderita terlalu parah hingga akhirnya nyawanya tidak tertolong.

Aparat kepolisian Sukabumi bergerak cepat dan berhasil mengamankan UN, pelaku penyiraman air keras tersebut. Saat ini, UN telah ditahan dan menjalani proses hukum. Kepolisian menjerat UN dengan pasal terkait tindak pidana KDRT yang menyebabkan korban meninggal dunia, yang ancaman hukumannya bisa sangat berat.

Kejadian tragis ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk organisasi-organisasi yang fokus pada isu perempuan dan KDRT. Mereka mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menyerukan agar kasus ini diusut tuntas serta pelaku dihukum seberat-beratnya.

Kasus yang menimpa Dedeh ini menjadi pengingat yang pahit akan pentingnya pencegahan dan penanganan KDRT secara serius. Pihak berwenang dan masyarakat diharapkan dapat lebih proaktif dalam mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan memberikan perlindungan kepada para korban. Diharapkan pula, kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar senantiasa menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin dan menghindari tindakan kekerasan dalam bentuk apapun.(*)

Laporan: Denny Nurman
Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News