Menu

Mode Gelap

News · 28 Jun 2025 19:21 WIB

Dedi Mulyadi Dukung Penuh Razia Pesantren Ilegal untuk Hentikan Kekerasan Seksual


					Dengan raut wajah serius, Dedi Mulyadi menjelaskan bahaya pesantren ilegal yang menjadi sarang predator anak saat ditemui di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/6/2025). Perbesar

Dengan raut wajah serius, Dedi Mulyadi menjelaskan bahaya pesantren ilegal yang menjadi sarang predator anak saat ditemui di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/6/2025).

JENTERANEWS.com – Di tengah maraknya kasus kekerasan seksual yang mencoreng dunia pendidikan agama, tokoh Jawa Barat Dedi Mulyadi menyuarakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat untuk menertibkan pesantren ilegal. Ia bahkan mengusulkan sebuah langkah drastis: pemasangan plang penanda secara terbuka di setiap lembaga pendidikan agama yang tidak memiliki izin resmi.

“Pasang saja plang, tulis, ‘Ini pesantren tidak berizin’. Itu lebih efektif,” tegas Dedi Mulyadi saat ditemui di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (28/6/2025).

Menurutnya, langkah tegas ini diperlukan sebagai “terapi kejut” dan cara paling efektif untuk melindungi anak-anak serta memperingatkan para orang tua agar tidak salah memilih tempat pendidikan bagi putra-putri mereka.

Dukungan ini muncul sebagai respons atas rencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang telah membentuk tim khusus untuk merazia pesantren-pesantren ilegal, khususnya yang banyak bermunculan di wilayah Jawa Barat.

Dedi, yang pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta, mengungkapkan bahwa pesantren ilegal telah menjadi masalah besar dan serius. Ia menyebut banyak kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh pimpinan atau pengajar di lembaga-lembaga tersebut.

“Jumlahnya puluhan bahkan mungkin ratusan. Cuma karena korbannya anak-anak di bawah umur, tidak bisa kami publikasikan,” ujarnya dengan nada prihatin.

Ia menilai fenomena ini tak ubahnya puncak gunung es, di mana banyak lembaga menggunakan kedok pendidikan agama untuk melakukan eksploitasi terhadap anak. Proses hukum terhadap beberapa pelaku, sebutnya, telah berjalan dan sebagian sudah ditangkap di wilayah seperti Sukabumi dan Kabupaten Bandung.

“Ini adalah problem kita saat ini. Untuk itu, berhati-hatilah para orang tua ketika menitipkan anaknya di lembaga pendidikan. Jangan sampai anak-anaknya menjadi korban,” imbaunya.

Untuk mengatasi masalah dari akarnya, Dedi Mulyadi mengaku telah meminta Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Barat untuk segera melakukan pendataan dan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh lembaga pendidikan keagamaan di wilayahnya.

Langkah ini sejalan dengan tujuan pemerintah pusat. Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy (sebagai contoh nama yang relevan secara kontekstual, karena nama di artikel asli tidak akurat) menyatakan bahwa razia ini bertujuan melindungi citra dan nama baik sekitar 39.000 pesantren resmi di seluruh Indonesia yang telah berkontribusi besar bagi pendidikan bangsa.

Tindakan oknum-oknum di pesantren ilegal telah menciptakan berita negatif yang berdampak buruk pada persepsi publik terhadap institusi pesantren secara keseluruhan. Dengan penertiban ini, pemerintah berharap dapat memisahkan dengan jelas antara lembaga pendidikan yang kredibel dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang kejahatan.(*)

 


Kor: Herman

Redaktur: Hamjah


 

Artikel ini telah dibaca 92 kali

Baca Lainnya

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).
Trending di News