Menu

Mode Gelap

Laporan: Ijus Agus Suhandi · 16 Feb 2026 17:00 WIB

Sukabumi Rintis Desa Mandiri Energi: DPRD dan Pemkab Bersinergi Resmikan Fasilitas Biogas dan Solar Dryer House


					Bupati Asep Japar bersama Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali meresmikan fasilitas energi terbarukan di Desa Cidadap. Kehadiran unsur pimpinan daerah dan legislatif ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan desa mandiri energi dan ekonomi sirkular di Kabupaten Sukabumi. Perbesar

Bupati Asep Japar bersama Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali meresmikan fasilitas energi terbarukan di Desa Cidadap. Kehadiran unsur pimpinan daerah dan legislatif ini menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan desa mandiri energi dan ekonomi sirkular di Kabupaten Sukabumi.

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mencatatkan langkah progresif dalam transisi energi berbasis komunitas. Pada Jumat (13/2/2026), dua fasilitas strategis—reaktor biogas rumah tangga dan rumah pengering tenaga surya (Solar Dryer House)—resmi dioperasikan di Kecamatan Simpenan. Peresmian ini menandai babak baru kemandirian energi desa yang didukung penuh oleh sinergi antara eksekutif dan legislatif.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, memimpin langsung peresmian yang dipusatkan di dua lokasi, yakni Kampung Cihurang, Desa Cidadap (fasilitas biogas) dan Kampung Babakan Asem, Desa Loji (Solar Dryer House). Turut hadir dalam momentum penting tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, yang memberikan atensi khusus terhadap keberlanjutan program pro-rakyat ini.

Kehadiran Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali dalam peresmian ini bukan sekadar seremonial, melainkan sinyal kuat dukungan parlemen daerah terhadap inovasi pembangunan berkelanjutan. Keterlibatan DPRD dinilai krusial dalam memastikan regulasi dan anggaran yang berpihak pada pengembangan teknologi tepat guna di pedesaan.

Sinergitas antara Pemkab dan DPRD ini diharapkan mampu mengakselerasi replikasi program serupa di wilayah lain, menjadikan Sukabumi sebagai percontohan daerah yang sukses mengelola energi baru terbarukan (EBT) dengan basis kearifan lokal.

Bupati Asep Japar menegaskan bahwa pembangunan energi terbarukan tidak boleh hanya menjadi wacana di tingkat elit, tetapi harus menyentuh langsung kehidupan masyarakat bawah.

“Pemanfaatan biogas dan Solar Dryer House ini menunjukkan bahwa solusi energi bersih bisa hadir dari desa, dikelola masyarakat, dan berdampak pada lingkungan serta kesejahteraan warga,” ujar Asep Japar. Ia menekankan bahwa fasilitas ini adalah bukti nyata bagaimana limbah dapat diubah menjadi berkah ekonomi.

Salah satu inovasi menarik dari fasilitas biogas di Desa Cidadap adalah integrasinya dengan program nasional. Reaktor biogas ini memanfaatkan limbah organik dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sisa makanan yang sebelumnya hanya menjadi sampah, kini diolah menjadi gas metana untuk kebutuhan memasak warga, menggantikan penggunaan LPG.

Menurut data dari Rumah Energi, pemanfaatan biogas ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon hingga 2,5 ton CO₂ ekuivalen per tahun. Selain energi, residu pengolahan biogas (bio-slurry) juga dimanfaatkan warga sebagai pupuk cair dan padat organik, menciptakan siklus pertanian yang lebih sehat.

Sementara itu, di Desa Loji, fasilitas Solar Dryer House hadir sebagai jawaban atas keluhan petani bawang merah dan padi. Jika sebelumnya petani sangat bergantung pada cuaca dan metode penjemuran terbuka yang rentan, teknologi pengering berbasis tenaga surya ini menawarkan solusi kestabilan suhu. Hasilnya, kualitas panen menjadi lebih merata dan memiliki nilai jual yang lebih kompetitif di pasar.

Program ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Rumah Energi dan PT Insight Investment Management dalam kerangka program “Desa Energi Insight”. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari proyek Pro Women 3 yang mendapatkan dukungan pendanaan dari Ford Foundation, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dalam sektor energi.

Direktur Rumah Energi, Sumanda Tondang, menjelaskan bahwa aspek terpenting dari program ini adalah edukasi.

“Biogas dan Solar Dryer House bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga sarana pembelajaran masyarakat tentang energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular,” tutur Sumanda.

Dengan beroperasinya kedua fasilitas ini, masyarakat Kecamatan Simpenan kini tidak hanya memiliki akses energi ramah lingkungan, tetapi juga fondasi ekonomi desa yang lebih tangguh melalui penguasaan teknologi tepat guna.(*)

 

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Misteri Kematian Tragis Bocah 12 Tahun di Sukabumi: Penuh Luka Bakar, Tim Forensik Tunggu Hasil Lab

20 Februari 2026 - 16:56 WIB

Sejumlah petugas medis dan polisi memindahkan kantong jenazah berwarna kuning berisi jasad NS (12) dari ambulans untuk proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Jumat (20/2/2026).

Bocah Tewas Tertembak Senapan Angin, Polres Sukabumi Kota Tunggu Langkah Keluarga

9 Februari 2026 - 22:02 WIB

Suasana di ruang tunggu fasilitas kesehatan, tempat di mana pihak kepolisian dan keluarga diduga berkumpul terkait kasus meninggalnya bocah perempuan akibat tertembak senapan angin oleh ayah tirinya. Korban sempat menjalani perawatan intensif di RS Betha Medika, Sukabumi, sebelum menghembuskan napas terakhir.

Drama Begal di Cisaat Ternyata Rekayasa: Sopir Sayur Ikat Diri Sendiri Demi Hindari Utang

31 Januari 2026 - 13:16 WIB

Pria berinisial N (kiri) saat memberikan keterangan kepada Kapolsek Cisaat AKP Yanto Sudiarto (kanan) di Mapolsek Cisaat, Sukabumi, Jumat (30/1/2026). N akhirnya mengakui bahwa narasi pembegalan yang menimpa dirinya hanyalah rekayasa demi menghindari kewajiban melunasi utang dan biaya pernikahan.

Sidak Komisi I DPRD Sukabumi Bongkar Dugaan HGU Ilegal dan Alih Fungsi Lahan di Cidolog: Negara Berpotensi Rugi

21 Januari 2026 - 17:29 WIB

Suasana rapat koordinasi dalam rangka kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi di Desa Cidolog, Rabu (21/1/2026). Pertemuan yang turut dihadiri oleh unsur dinas terkait dan pemerintah setempat ini membahas temuan krusial mengenai dugaan pelanggaran izin HGU dan alih fungsi lahan perkebunan di wilayah tersebut.

Kejar Regulasi Responsif, Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi Bedah Dua Raperda Strategis Bersama Dishub

12 Januari 2026 - 16:09 WIB

Suasana rapat kerja Bapemperda DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Perhubungan saat membahas pendalaman materi dua Raperda strategis terkait Perhubungan dan Ketertiban Umum di Gedung DPRD, Senin (12/1/2026).

Sukabumi Siaga Bencana: Ketua DPRD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan di Musim Penghujan

18 Desember 2024 - 14:34 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali.
Trending di Laporan: Ijus Agus Suhandi