Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 23 Apr 2023 16:42 WIB

Dua Orang Terselamatkan Satu Orang Masih Dicari, Korban Laka Laut di Pantai Ombak Batu Putih Cikakak Sukabumi


					Petugas gabungan saat mengevakuasi dua wisatawan dari tiga korban yang selamat, setelah terseret air di Pantai Ombak Batu Putih, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (23/04) Perbesar

Petugas gabungan saat mengevakuasi dua wisatawan dari tiga korban yang selamat, setelah terseret air di Pantai Ombak Batu Putih, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (23/04)

Wartawan: M.Ridwan

JENTERANEWS.com – Kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan wisata pantai Kabupaten Sukabumi. Kali ini, lokasinya di Pantai Ombak Batu Putih, Kecamatan Cikakak. Seorang pelajar bernama Rizki (14) asal Kampung Babakan Banten, RT 002/009, Desa Suka Sirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan hilang setelah digulung ombak pada Minggu (23/04) siang.

Ketua Forum Komunikasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Fajri Assidiq, mengatakan, peristiwa laka laut terjadi sekira pukul 12.00 WIB. Bermula saat korban bersama dua temannya asal Cibadak Sedang bermain air di pantai tersebut.

“Mereka itu, mandi di pantai itu terlalu tengah dan kondisi air tengah pasang. Sehingga, korban ini terseret ombak,” kata Okih, Minggu (23/04).

Saat kejadian, sambung Okih, dua orang temannya yang bernama Wildansyah (12) dan Yuda Faris Suara (17) sempat menolong korban bernama Rizki. Namun nahas, mereka pun ikut terseret gelombang pasang.

“Tapi, Alhamdulillah dua orang wisatawan bernama Wildansyah dan Yuda itu, berhasil diselamatkan oleh anggota tim yang sedang standby di lokasi. Sementara satu korban bernama Rizki pada saat jarak 2 meter korban keburu hilang tenggelam dan hingga saat ini belum ditemukan,” paparnya.

Dia menambahkan, untuk sementara waktu pencarian telah difokuskan di titik lokasi Tempat Kejadian Musibah (TKM) dengan melakukan penyisiran darat dan pantai dengan harapan korban dapat ditemukan.

“Sekarang Pak Kapolres Sukabumi juga sedang di lokasi. Selain membantu melakukan pencarian, petugas juga tidak henti-hentinya memberikan imbauan dan edukasi kepada para pengunjung agar waspada saat bermain air di pesisir pantai. Iya, memang kondisi airnya sekarang sedang pasang. Kalau ketinggian ombaknya ada sekitar 1 sampai 2 meteran,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Sagaranten Ludes Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya

3 Maret 2026 - 16:01 WIB

Warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), meninjau puing-puing rumah yang ludes terbakar di Kampung Bojong Lingkung, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Kebakaran yang melanda pada Selasa (3/3/2025)

Begal Sadis Beraksi di Parungkuda Sukabumi: Suami Dibacok di Depan Istri, Motor Raib

18 Februari 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi

Tragedi di Tikungan Cigadog: Laka Maut Pickup vs Motor di Sagaranten Renggut Nyawa Bocah 6 Tahun

17 Februari 2026 - 16:26 WIB

Suasana di lokasi kejadian pasca-kecelakaan lalu lintas di ruas jalan provinsi Sagaranten - Sukabumi. Terlihat kondisi jalan basah usai hujan saat petugas kepolisian mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP.

Gegerkan Warga Curugkembar, Remaja Putri Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar

14 Februari 2026 - 15:32 WIB

Petugas kepolisian dari Polsek Curugkembar tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendokumentasikan lokasi penemuan jenazah remaja putri berinisial F (18) di rumahnya di Kampung Rawa Bungur, Sukabumi, pada Jumat malam (13/2/2026).

RESPON CEPAT: Damkar Kabupaten Sukabumi Berhasil Evakuasi Jasad Lansia di Sungai Cidadap

24 Januari 2026 - 11:12 WIB

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi bersama tim gabungan saat mengevakuasi jenazah Bpk. Cepang (64) menyusuri aliran Sungai Cidadap, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Jumat (23/1/2026).

Diguyur Hujan Deras, Rumah Lansia di Parungkuda Sukabumi Ambruk hingga Tak Layak Huni

23 Januari 2026 - 13:42 WIB

Petugas P2BK Parungkuda melakukan asesmen kerusakan pada rumah milik Ibu Titi (63) di Kampung Palasari, Desa Palasari Hilir, yang ambruk akibat hujan deras pada Jumat (23/1/2026). Struktur bangunan yang lapuk dan tanah yang labil membuat rumah tersebut kini dinyatakan tidak layak huni. (Foto: Dok. P2BK Parungkuda)
Trending di Peristiwa