Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 1 Sep 2025 16:19 WIB

Imbas Demo, Pusat Kota Sukabumi Mendadak Sepi Ditinggal Pedagang Khawatir Penjarahan


					KOTA YANG HENING: Deretan pertokoan di Jalan Ahmad Yani, Sukabumi, serempak menutup pintu pada Senin (1/9/2025). Suasana yang biasanya ramai mendadak lengang saat para pedagang memilih berhenti beroperasi untuk mengantisipasi dampak dari aksi unjuk rasa. Perbesar

KOTA YANG HENING: Deretan pertokoan di Jalan Ahmad Yani, Sukabumi, serempak menutup pintu pada Senin (1/9/2025). Suasana yang biasanya ramai mendadak lengang saat para pedagang memilih berhenti beroperasi untuk mengantisipasi dampak dari aksi unjuk rasa.

JENTERANEWS.com – Pemandangan tak biasa tersaji di jantung perekonomian Kota Sukabumi pada Senin (1/9/2025). Kawasan Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya, yang normalnya hiruk pikuk dengan aktivitas jual beli, mendadak lengang dan sepi. Ratusan pintu toko tertutup rapat, sebuah langkah antisipatif para pedagang di tengah aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa.

Pantauan di lokasi menunjukkan deretan rolling door pertokoan, mulai dari toko cat, ponsel, hingga sepeda, tertutup rapat. Jalanan yang biasanya padat kini hanya dilalui segelintir kendaraan. Suasana ini kontras dengan warna-warni papan reklame yang seolah menjadi saksi bisu kelumpuhan sementara aktivitas ekonomi di pusat kota.

Kabar Penjarahan di Bandung Jadi Pemicu

Kekhawatiran para pedagang bukan tanpa alasan. Insiden kerusuhan yang berujung penjarahan dan pembakaran sebuah rumah makan saat aksi demonstrasi di Kota Bandung akhir pekan lalu, menjadi pemicu utama kecemasan massal di Sukabumi.

Rudi (43), seorang warga yang sehari-hari bekerja di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa kabar dari Bandung menyebar cepat dan menimbulkan efek gentar di kalangan pemilik usaha.

“Biasanya awal pekan selalu ramai, sekarang sepi banget. Begitu dengar kabar ada penjarahan di Bandung kemarin, warga dan pedagang di sini jadi makin cemas. Mereka takut kalau hal serupa terjadi juga di Sukabumi,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Hal senada diungkapkan seorang juru parkir yang enggan disebutkan namanya. Ia membenarkan bahwa para pemilik toko berencana menutup usahanya selama dua hari untuk menghindari risiko. “Pada takut, takut kenapa-kenapa. Jadi mending tutup dulu,” katanya singkat.

Memilih Rugi Sementara daripada Risiko Besar

Menurut Rudi, kekhawatiran ini menyebar luas, bahkan hingga ke para pemilik usaha kecil yang lokasinya cukup jauh dari titik pusat aksi unjuk rasa. Keputusan untuk tidak beroperasi, meskipun berat, dinilai sebagai pilihan paling realistis.

“Daripada waswas, lebih baik libur dulu. Ini pilihan untuk menghindari kerugian yang lebih besar jika situasi sampai tak terkendali,” katanya.

Sementara pusat kota menjadi lengang, massa aksi dari Cipayung Plus terpantau telah bergerak menuju Mapolres Sukabumi Kota. Warga dan pedagang kini hanya bisa berharap agar aksi penyampaian aspirasi tersebut berjalan dengan damai dan kondusif, sehingga roda perekonomian dapat segera berputar normal kembali.

“Ya mudah-mudahan demo berjalan damai, jangan sampai ada kerusuhan atau penjarahan kayak di Bandung. Kasihan pedagang kecil, kalau tokonya jadi korban, bisa rugi besar,” pungkas Rudi. (*)

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 58 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Lengkong Sukabumi, Satu Rumah Warga Rusak

6 Maret 2026 - 20:13 WIB

TPT Tower di Lengkong Sukabumi Longsor Akibat Cuaca Ekstrem

6 Maret 2026 - 20:05 WIB

Matangkan Persiapan Operasi Ketupat 2026, Polres Sukabumi dan Forkopimda Ikuti Rakor Lintas Sektor Tingkat Menteri

2 Maret 2026 - 16:37 WIB

Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional Tingkat Menteri dalam rangka persiapan Operasi Ketupat 2026. Kegiatan ini diikuti secara virtual oleh jajaran Polres Sukabumi, Kodim 0622, beserta jajaran Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Mapolres Sukabumi, Senin (2/3/2026).

Laporan Kebencanaan Nasional: BNPB Tangani Karhutla, Pergerakan Tanah, dan Cuaca Ekstrem

28 Februari 2026 - 19:24 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Jadikan Momentum Ngabuburit sebagai Wahana Penguatan Solidaritas dan Kepedulian Sosial

25 Februari 2026 - 10:14 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat memberikan sambutan dan memimpin dialog interaktif bersama warga dalam kegiatan silaturahmi Ramadan, Rabu (25/2/2026).

Korban Terakhir Laka Laut Pantai Sunset Sukabumi Ditemukan Meninggal Dunia

20 Januari 2026 - 13:22 WIB

Trending di Bencana