Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 8 Okt 2025 22:06 WIB

Komitmen Kuat Lintas Sektor: Pemerintah Perkuat Pengawalan Program Prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG)


					Sinergi Kunci Pengawalan MBG. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) didampingi Kepala BPOM Taruna Ikrar (kiri) dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) serta peserta lain saat Rapat Koordinasi lanjutan di Kemenkes, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Perbesar

Sinergi Kunci Pengawalan MBG. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) didampingi Kepala BPOM Taruna Ikrar (kiri) dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) serta peserta lain saat Rapat Koordinasi lanjutan di Kemenkes, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

JENTERANEWS.com — Pemerintah kembali menunjukkan keseriusan dalam mengawal pelaksanaan Program Prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Lima hari berselang dari rapat koordinasi terbatas sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar, perwakilan Badan Komunikasi Pemerintah, dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), kembali menggelar pertemuan penting di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Pertemuan tersebut berfokus pada penyusunan langkah strategis dan teknis untuk memastikan program MBG berjalan aman, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pembahasan inti mencakup penguatan koordinasi, tata kelola, jaminan keamanan pangan, dan efektivitas distribusi di lapangan.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan program MBG dilaksanakan secara terarah, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. Sejalan dengan janji sebelumnya, Kemenkes, BPOM, dan BGN akan menjadi pilar utama dalam sistem sertifikasi terpadu. Sistem ini bertujuan menjamin makanan bergizi yang didistribusikan aman dan sesuai standar.

Peran Kemenkes ditekankan pada pengawasan berlapis melalui standardisasi pelaporan, sertifikasi keamanan pangan, dan pengawasan mutu.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyambut baik sinergi ini, menegaskan kesiapan lembaganya mendukung program melalui penguatan sistem keamanan pangan nasional. “MBG merupakan suatu program penting, dan kehadiran 3 lembaga [BGN, Kemenkes, dan BPOM] adalah suatu keharusan,” tegas Taruna Ikrar.

Taruna Ikrar juga menyoroti peran strategis MBG dalam menyongsong bonus demografi Indonesia. Menurutnya, potensi bonus demografi hanya akan maksimal jika pemerintah memperhatikan tumbuh kembang dan kesehatan penduduk, terutama anak-anak. “Di sinilah MBG berperan,” tuturnya, seraya menggarisbawahi pentingnya dukungan dan masukan dari semua pihak agar program berjalan optimal.

Untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif, rapat ini turut mengundang perwakilan dari masyarakat dan praktisi ahli. Hadir sebagai peserta antara lain perwakilan Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Risk Communication and Community Engagement (RCCE) Working Group, Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak, serta praktisi gizi Rita Ramayulis dan Co-Founder & CEO Tentang Anak, Mesty Ariotedjo.

Rita Ramayulis sepakat bahwa program ini sangat baik, menekankan bahwa “Pemberian makanan bergizi sangat dibutuhkan oleh sumber daya manusia.” Ia menilai, adanya penolakan dari sebagian masyarakat kemungkinan besar disebabkan kurangnya informasi dan edukasi. Oleh karena itu, ia mendorong agar komunikasi publik yang serentak dan berkelanjutan diperkuat, menargetkan anak-anak, orang tua, pihak sekolah, penyedia, media, dan influencer mengenai pentingnya MBG.

Sementara itu, perwakilan Sahabat Gizi menyampaikan sejumlah rekomendasi praktis untuk perbaikan pelaksanaan MBG. Hal-hal yang perlu diperhatikan mencakup perbaikan sumber daya manusia di lapangan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi beserta tindak lanjutnya, rasio ahli gizi, serta pelatihan keamanan pangan.

Di akhir pertemuan, Menkes menyampaikan apresiasi atas segala masukan dan dukungan yang telah diberikan. Pertemuan ini tidak hanya menunjukkan komitmen kuat pemerintah, tetapi juga kesediaan masyarakat dan pihak terkait untuk menjamin keamanan dan keberlanjutan program.

Kolaborasi erat antara Kemenkes, BPOM, BGN, Badan Komunikasi Pemerintah, dan berbagai pihak non-pemerintah diharapkan menjadi dasar yang kokoh bagi keberhasilan MBG. Sinergi lintas pihak ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh asupan bergizi yang aman, sehat, dan berkualitas, menjadikannya salah satu pilar utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.(*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

164 Ribu Peserta PBI JK Dinonaktifkan, Pemkab Sukabumi Berpacu Validasi Data Jelang Tenggat Akhir April

16 April 2026 - 10:30 WIB

BPJS Kesehatan Resmi Luncurkan 8 Program “Quick Wins

15 April 2026 - 19:39 WIB

KICK OFF QUICK WINS BPJS KESEHATAN - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, saat memberikan sambutan pada acara Peluncuran PANDAWA 24 Jam dan Kick Off Quick Wins Direksi periode 2026–2031 di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu.

Kemenkes Klarifikasi Surat Peralihan Status Non-ASN: Murni Pendataan, Bukan Pengangkatan CPNS Otomatis

10 April 2026 - 08:56 WIB

dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI. Dalam penjelasan resminya melalui video, dr. Azhar memberikan klarifikasi tegas mengenai surat yang beredar terkait peralihan status pegawai Non-ASN menjadi CPNS. Beliau menekankan bahwa langkah tersebut murni merupakan pendataan dan inventarisasi internal untuk memproyeksikan kebutuhan tenaga kesehatan di RS Vertikal Kemenkes, bukan pengangkatan otomatis menjadi CPNS. Seluruh proses pengadaan CPNS akan tetap mengikuti aturan resmi nasional melalui KemenPANRB dan BKN. (Foto: Dok. Kemenkes)

RSUD R. Syamsudin, S.H. Resmi Buka Layanan Kemoterapi Per Januari 2026

19 Desember 2025 - 19:06 WIB

Groundbreaking Gedung Karlinah RS DKH: Wakil Bupati Sukabumi Tegaskan RS DKH Mitra Strategis Perkuat Layanan Kesehatan

10 November 2025 - 21:26 WIB

Groundbreaking Gedung Karlinah RS DKH: Wakil Bupati Sukabumi Tegaskan RS DKH Mitra Strategis Perkuat Layanan Kesehatan

Dokkes Polres Sukabumi Buka Layanan Kesehatan Darurat untuk Korban Banjir Cisolok

29 Oktober 2025 - 14:28 WIB

Dokkes Polres Sukabumi Buka Layanan Kesehatan Darurat untuk Korban Banjir Cisolok
Trending di Bencana