Menu

Mode Gelap

News · 8 Jan 2025 12:10 WIB

Kota Sukabumi Hadapi Lonjakan Sampah, DLH Susun Strategi Komprehensif


					Tumpukan sampah di TPA Cikundul, Kota Sukabumi. Volume sampah yang terus meningkat menjadi tantangan bagi pemerintah kota. Perbesar

Tumpukan sampah di TPA Cikundul, Kota Sukabumi. Volume sampah yang terus meningkat menjadi tantangan bagi pemerintah kota.

JENTERANEWS.com – Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat di Kota Sukabumi berdampak pada peningkatan volume sampah secara signifikan. Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi menunjukkan bahwa sekitar 135 ton sampah per hari dari total timbulan 184,4 ton per hari masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul yang kapasitasnya terbatas. Menanggapi situasi ini, DLH Kota Sukabumi telah merancang serangkaian strategi komprehensif untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kepala DLH Kota Sukabumi, Asep Irawan, didampingi Sekretaris Dinas, Susiyana, menjelaskan bahwa kondisi ini mengindikasikan adanya masalah dalam sistem pengelolaan sampah yang berdampak negatif pada lingkungan, seperti pencemaran udara, tanah, dan air, serta berkontribusi terhadap peningkatan Gas Rumah Kaca (GRK).

“Permasalahan dalam pengelolaan sampah di Kota Sukabumi antara lain kurangnya infrastruktur pengelolaan yang memadai, rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah, keterbatasan teknologi pengolahan sampah, serta keterbatasan pembiayaan dan sumber daya manusia,” ungkap Asep.

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi telah berupaya mengatasi permasalahan ini melalui berbagai cara, termasuk penerbitan Surat Himbauan Kadis LH Kota Sukabumi No 660.1/181/DLH/2017 tentang himbauan menjaga kebersihan dan aturan jam buang sampah, serta Peraturan Walikota (Perwal) Sukabumi No. 19 Tahun 2019 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik. Selain itu, pada tahun 2022, Kementerian PUPR telah membangun landfill baru seluas 1 hektar dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) seluas 0,2 hektar di TPA Cikundul. Surat Edaran Pj. Wali Kota Sukabumi No. LH.01/997/IV/V/DLH/2024 tentang pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) di kelurahan dan sekolah juga telah diterbitkan.

Kerja sama dengan pihak swasta, seperti PT. Semen Jawa, dalam pengelolaan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) juga telah dijalin. Namun, Asep mengakui bahwa berbagai inisiatif ini belum sepenuhnya menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah di lapangan. Saat ini, Pemkot Sukabumi sedang mengajukan usulan ke Kementerian PUPR untuk pembangunan fasilitas pengolahan RDF di TPA Cikundul.

Strategi yang diusung DLH Kota Sukabumi menekankan pendekatan komprehensif dari hulu hingga hilir. Di tingkat hulu, fokus utama adalah edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pemilahan sampah yang baik dan benar, meliputi pemisahan sampah organik, anorganik, dan residu. Pengelolaan sampah organik akan dioptimalkan melalui pembuatan lubang biopori, rumah kompos, dan penggunaan komposter di berbagai instansi, seperti kantor, sekolah, dan rumah makan.

“Keberhasilan pengelolaan sampah tidak terlepas dari peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan media. Oleh karena itu, diperlukan pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) di setiap kelurahan, serta peningkatan kesadaran melalui program sosialisasi dan pelatihan tentang tata cara memilah sampah,” tegas Asep.

Dukungan dari pihak swasta untuk mengelola sampah sebagai sumber daya, termasuk kemitraan dengan pengelola sampah profesional untuk pengolahan yang lebih efisien, juga sangat dibutuhkan.

Di sisi hilir, DLH Kota Sukabumi berencana meningkatkan layanan pengumpulan dan pengangkutan sampah yang telah dipilah, serta mengembangkan fasilitas pengolahan sampah dengan teknologi ramah lingkungan. Penataan TPA dengan metode lahan urug saniter yang hanya menerima sampah residu juga akan dilakukan.

Langkah-langkah lain yang akan diambil meliputi penanggulangan praktik pembuangan sampah ilegal (illegal dumping) dan pembakaran sampah terbuka. “Penguatan regulasi dan penegakan hukum menjadi kunci untuk memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan dengan baik dan dapat memberi dampak positif bagi lingkungan,” pungkas Asep.

Dengan strategi yang komprehensif ini, DLH Kota Sukabumi berharap dapat mengatasi permasalahan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.(*)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Cek Fakta: BMKG Bantah Isu Musim Kemarau 2026 sebagai yang Terparah dalam 30 Tahun Terakhir

15 April 2026 - 19:53 WIB

Pendekatan Humanis Operasi Damai Cartenz 2026: Kawal Aksi Unjuk Rasa di Yahukimo Tetap Kondusif

22 Januari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Yahukimo, AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. (depan, topi bertuliskan ZET S), bersama personel gabungan Operasi Damai Cartenz dan Brimob BKO Polda Papua saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa Front Mahasiswa Yahukimo Se-Indonesia di halaman Kantor DPRD Kabupaten Yahukimo, Dekai, Rabu (21/1/2026).
Trending di News