JENTERANEWS.com – Bencana longsor kembali menghantui Kabupaten Sukabumi. Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pabuaran pada Rabu (22/10/2025) memicu pergerakan tanah, mengakibatkan akses jalan kabupaten menuju Desa Sukajaya tertutup total bagi kendaraan roda empat.
Peristiwa longsor yang terjadi sekitar pukul 13.30 WIB ini melanda Kampung Datar Kopi RT 014/005, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran. Timbunan material longsoran menutup penuh badan jalan, memutus jalur transportasi vital dari dan menuju Desa Sukajaya.
Dimensi Longsor Signifikan
Menurut Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, Rida Agung Yogasmara, longsor dipicu oleh hujan lebat yang melemahkan struktur tebing di dekat jalan. Material longsor yang jatuh diperkirakan memiliki dimensi yang cukup besar, yakni panjang 4 meter, lebar 2 meter, dan ketinggian 2 meter.
“Dampak utamanya adalah tertutupnya jalan Kabupaten Pabuaran menuju Desa Sukajaya,” jelas Rida dalam laporannya.
Selain mengganggu infrastruktur, bencana ini juga dilaporkan berdampak pada lahan pertanian warga. Kebun kapulaga (kapol) milik warga turut tertimbun material longsor. “Taksiran kerugian materiil, termasuk kebun kapol, masih dalam proses perhitungan,” tambahnya.
Beruntung, dalam insiden ini dipastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. Tidak ada pula warga yang harus mengungsi akibat kejadian ini.
Aksi Cepat Tim Gabungan dan Kebutuhan Alat Berat
Menyikapi darurat ini, P2BK Kecamatan Pabuaran segera berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Perangkat Desa Sukajaya, Forkopimcam (Kecamatan, Koramil, Polsek), dan Satpol PP. Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal.
Upaya pembersihan material longsor secara swadaya bahkan telah dimulai oleh Babinsa bersama seorang kepala sekolah SD yang kebetulan melintas. Aksi cepat tersebut membuahkan hasil, di mana kendaraan roda dua sudah dapat melintas meskipun kondisi cuaca di lokasi masih diguyur hujan. Namun, akses untuk kendaraan roda empat masih terhalang.
Mengingat curah hujan yang masih tinggi, tim gabungan juga secara sigap mengimbau warga sekitar untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.
“Kebutuhan bantuan darurat yang paling mendesak saat ini adalah alat berat untuk mengevakuasi material longsoran secara penuh agar akses jalan dapat segera normal kembali,” tegas Rida, menggarisbawahi upaya krusial yang dibutuhkan untuk membuka kembali akses transportasi Kabupaten Sukabumi. (*)
Editor : Mia















