JENTERANEWS.com – Aksi perampokan yang disertai kekerasan menggemparkan Kampung Ciwarung RT 01 RW 04, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis dini hari (26/12/2024). Empat orang perampok bersenjata tajam menyatroni rumah Haji Iwan (60 tahun) sekitar pukul 02.00 WIB, melukai pemilik rumah dan menyekap anggota keluarganya yang berjumlah delapan orang, termasuk anak-anak dan balita.
Menurut keterangan Andin (20 tahun), seorang cucu korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, di dalam rumah tersebut terdapat kakek dan neneknya, anak-anak, serta cucu-cucu mereka. Haji Iwan merupakan satu-satunya laki-laki dewasa di rumah tersebut.
Kejadian bermula saat Haji Iwan memergoki empat orang tak dikenal telah berada di dalam rumahnya. Para pelaku, yang mengenakan topeng dan membawa senjata tajam berupa golok dan celurit, berusaha masuk ke kamar anak Haji Iwan. Mereka memaksa korban untuk menyerahkan barang-barang berharga.
“Kakek tuh dibacok pelaku karena berupaya melindungi anggota keluarga, karena ada anak dan cucu-cucunya yang masih kecil-kecil bahkan ada yang masih balita,” ungkap Andin kepada sukabumiupdate.com pada Jumat (27/12/2024).
Andin menjelaskan bahwa kakeknya dengan gigih berusaha menghalangi para pelaku masuk ke kamar anak dan cucunya. Akibatnya, Haji Iwan mengalami luka bacok. Setelah melukai korban, para perampok berhasil menggasak beberapa barang berharga, di antaranya telepon genggam dan gelang milik nenek korban, sebelum melarikan diri.
Haji Iwan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung, ia diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
“Sudah dilaporkan ke pihak kepolisian. Kakek sudah pulang ke rumah, rawat jalan. Keluarga juga masih ketakutan karena sempat disandera oleh para pelaku,” pungkas Andin.
Kasus perampokan ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan. Pihak berwajib diharapkan dapat segera menangkap para pelaku dan mengungkap motif di balik aksi kejahatan tersebut. Kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban dan menimbulkan keresahan di masyarakat sekitar.(*)















