JENTERANEWS.com – Setelah dua hari penuh kekhawatiran, Aat, seorang warga Citeureup, Bogor, akhirnya dapat bernapas lega. Putranya, Fahri, yang sempat hilang, ditemukan dalam keadaan selamat di Markas Komando Rayon Militer (Koramil) Palabuhanratu, Sukabumi.
Kisah ini bermula ketika Fahri menghilang dan membuat Aat panik. “Sudah saya cari di warung, pasar, bahkan sampai ke area Gunung Putri, tapi tidak ada,” ungkap Aat pada Selasa (31/12/2024). “Dua malam saya bingung mencari Fahri, sampai akhirnya malam Selasa saya mendapat informasi dari Pak RT bahwa anak saya ada di Koramil Palabuhanratu.”
Keberadaan Fahri di Koramil Palabuhanratu bermula dari inisiatif Sersan Mayor Untoro, anggota Koramil yang sedang bertugas piket. Ia menemukan Fahri yang tampak kebingungan di sekitar Makoramil. Setelah didekati dan ditanya, Fahri mengaku tidak memiliki ongkos untuk pulang ke Citeureup.
Komandan Kodim (Dandim) 0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra, menjelaskan kronologi penemuan Fahri. “Setelah ditanya, Fahri menyebutkan alamatnya di Citeureup. Kami segera berkoordinasi dengan Babinsa setempat dan menghubungi keluarganya. Alhamdulillah, hari ini Fahri sudah diserahkan kepada orang tuanya,” ujar Dandim.
Proses serah terima Fahri kepada Aat berlangsung di Makoramil Palabuhanratu. Dalam kesempatan tersebut, Letkol Kav. Andhi Ardana Valeriandra menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, khususnya Danramil Palabuhanratu dan Sersan Mayor Untoro, atas bantuan mereka dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak, terutama jajaran Koramil Palabuhanratu, yang telah mengamankan Fahri,” kata Dandim. Ia juga berpesan kepada orang tua Fahri untuk lebih memperhatikan putra mereka agar kejadian serupa tidak terulang.
Lebih lanjut, Dandim mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di musim liburan. “Kami mengedukasi masyarakat agar lebih menjaga keluarga, terutama anak-anak. Pantau terus aktivitas mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” pungkasnya.(*)















