JENTERANEWS.com – Pemandangan penuh semangat kebersamaan tersaji di Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Ratusan warga dari berbagai usia tumpah ruah ke jalan, bahu-membahu meratakan dua ruas jalan vital yang kondisinya rusak parah, yakni Jalan Cibengang dan Jalan Gunung Gedogan, pada Minggu (3/8/2025).
Aksi gotong royong massal ini merupakan inisiatif warga dalam rangka menyambut dan mempersiapkan proyek pengaspalan yang akan segera direalisasikan oleh Pemerintah Desa Mekarsari. Dengan peralatan seadanya, warga tampak antusias meratakan permukaan jalan yang bergelombang dan berbatu agar siap untuk proses pengerjaan selanjutnya.
Sekretaris Desa Mekarsari, Latip, yang turut hadir di lokasi, mengungkapkan bahwa kondisi kedua jalan tersebut memang sudah sangat memprihatinkan dan menjadi prioritas utama pembangunan desa tahun ini.
“Kondisi Jalan Cibengang sangat parah, terlebih setelah terkena bencana pergerakan tanah pada tahun 2024 lalu yang membuat badan jalan menjadi miring,” ujar Latip.
Ia merinci, Jalan Cibengang akan mendapatkan penanganan serius yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap kedua. “Rencananya, ruas ini akan dibangun sepanjang 480 meter dengan lebar 2,2 meter. Pembangunan juga akan diperkuat dengan prasarana bronjong dan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk mencegah dampak pergerakan tanah di kemudian hari,” jelasnya.
Kondisi tak jauh berbeda juga terlihat di Jalan Gunung Gedogan. Menurut Latip, tingkat kerusakannya hampir setara dengan Jalan Cibengang. “Kondisi kerusakan jalan sama parahnya dengan jalan Gunung Gedogan, rencananya akan dibangun menggunakan dana desa sepanjang 350 meter dengan lebar 2,2 meter,” tambah Latip.
Pemerintah desa menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar wacana. Kesiapan proyek dibuktikan dengan material yang sudah mulai didatangkan ke lokasi.
“Pengaspalan jalan dari pemerintah desa pun bukan hanya rencana, saat ini persiapan material sudah ada di lokasi. Pengalokasian Dana Desa tahap 2 tahun 2025 Desa Mekarsari menargetkan rampung pada bulan Agustus ini,” tegasnya.
Latip berharap, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga hari ini tidak hanya sesaat. Ia ingin kekompakan ini menjadi budaya yang terus hidup dalam merawat hasil-hasil pembangunan.
“Kami berharap kekompakan warga terus berlanjut, bukan hanya saat akan pelaksanaan pembangunan saja. Pemeliharaan jalan dan pembangunan lainnya yang sudah dibangun pun harus terus dipelihara agar semua pembangunan bisa dimanfaatkan dalam waktu lama,” pungkasnya.(*)















