Menu

Mode Gelap

News · 8 Jan 2025 12:29 WIB

Tragedi Pekerja Migran: Pemuda Sukabumi Meninggal di Kamboja, Keluarga Berharap Keadilan


					Tragedi yang menimpa Purnama Alam (24), pemuda asal Sukabumi, menjadi potret buram praktik tindak pidana perdagangan orang. Ia meninggal dunia di Kamboja setelah dijanjikan pekerjaan di Thailand. Perbesar

Tragedi yang menimpa Purnama Alam (24), pemuda asal Sukabumi, menjadi potret buram praktik tindak pidana perdagangan orang. Ia meninggal dunia di Kamboja setelah dijanjikan pekerjaan di Thailand.

JENTERANEWS.com – Kabar duka menyelimuti keluarga Lindawati (40) di Kampung Cikaramat, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Anaknya, Purnama Alam (24), yang merantau mencari nafkah, justru meninggal dunia di Kamboja setelah diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Purnama awalnya dijanjikan pekerjaan di Thailand pada pertengahan tahun 2024. Namun, alih-alih ke Thailand, ia justru dibawa ke Kamboja. Sebelum kabar tragis ini, Purnama sempat menghubungi ibunya dan mengeluh telah ditipu. Ia merasa “dijual” dan diperdagangkan.

“Anaknya yang bilang, bukan ke Thailand, katanya dibohongin sama orang, katanya Ujang kayak yang dijual, diperjual belikan, jadi anaknya yang ngeluh,” ujar Lindawati dengan nada sedih, Selasa (7/1/2025).

Purnama sempat meminta uang Rp30 juta kepada ibunya agar bisa pulang, saat ia masih berada di Batam. Namun, takdir berkata lain. Lindawati baru menerima kabar duka pada 19 Desember 2024, bahwa anaknya telah meninggal dunia di Kamboja pada 17 Agustus 2024.

“Jadi sudah beberapa bulan di sana baru ada kabar ke sini, gak tahu meninggal di perjalanan gak tahu di mana, soalnya saya juga gak tahu,” ungkap Lindawati.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Saat ini, jenazah Purnama masih berada di rumah sakit di Kamboja dan belum bisa dipulangkan. Lindawati berharap pemerintah dapat membantu memulangkan jenazah anaknya ke Sukabumi agar bisa dimakamkan di kampung halamannya. Ia juga merasa kesulitan menghubungi perusahaan penyalur kerja yang membawa anaknya ke Batam hingga Kamboja.

Kasus yang menimpa Purnama menambah daftar panjang korban penipuan berkedok pekerjaan di luar negeri. Modus serupa juga dialami oleh Goni (44), warga Desa Tempel, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Ia kehilangan uang Rp70 juta yang didapat dari berutang, setelah dijanjikan anaknya bisa bekerja di New Zealand.

Goni awalnya tidak curiga karena mengenal calo yang menawarkan pekerjaan tersebut. Calo itu bahkan dikabarkan pernah memberangkatkan calon pekerja migran ke Inggris. Namun, setelah beberapa bulan dan uang telah diserahkan secara bertahap, janji pemberangkatan tak kunjung terealisasi.

Goni tidak sendiri. Ada lima warga desa lainnya yang juga menjadi korban penipuan serupa. Empat di antaranya telah melaporkan kasus ini ke Polres Indramayu dengan didampingi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu.

“Tadi diarahkan untuk membuat laporan ke Unit 1 Satreskrim Polres Indramayu soal penipuan atau penggelapan,” kata Ketua SBMI Cabang Indramayu, Akhmad Jaenuri, pada Rabu (20/11/2024).

Kasus Purnama dan Goni menjadi pengingat betapa rentannya masyarakat terhadap praktik penipuan dan TPPO berkedok pekerjaan di luar negeri. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan selalu memverifikasi informasi lowongan pekerjaan melalui saluran resmi pemerintah. Pemerintah juga diharapkan meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik-praktik ilegal yang merugikan masyarakat.(*)

Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Harga Elpiji 12 Kg Merangkak Naik, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Pasokan Gas 3 Kg Aman

18 April 2026 - 07:36 WIB

Trending di News