Menu

Mode Gelap

Entertainment · 29 Mei 2024 22:52 WIB

Viral di Media Sosial: ‘All Eyes on Rafah’ sebagai Dukungan Global untuk Gaza


					Ganbar  yang menampilkan sebuah tenda tenda pengungsi di Rafah yang tersusun membentuk kalimat Perbesar

Ganbar yang menampilkan sebuah tenda tenda pengungsi di Rafah yang tersusun membentuk kalimat "Semua Mata Tertuju Rafah

JENTERANEWS.com Viral di Media Sosial: ‘All Eyes on Rafah’ Mengunggah Dukungan Global untuk Gaza. Gambar yang mengajak kesadaran global terhadap konflik berdarah di Gaza telah menjadi viral di media sosial. Gambar tersebut, yang menampilkan tenda-tenda pengungsi di Rafah tersusun membentuk kalimat “All Eyes on Rafah,” telah dibagikan lebih dari 37 juta kali di Instagram dalam waktu kurang dari 24 jam.

Tragedi di Rafah, di mana setidaknya 45 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel, telah memicu gelombang dukungan internasional. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut insiden tersebut sebagai “kecelakaan tragis” dalam pidatonya di parlemen, sementara kantor perdana menteri memberikan klarifikasi dalam bahasa Inggris yang menyebutnya sebagai “insiden tragis.”

Baca Juga:   Setelah Kembali Rujuk, Wanita di Cibadak Sukabumi Tewas Ditikam Kekasihnya Sendiri

Gambar tersebut dibagikan melalui fitur Stories Instagram oleh berbagai influencer, atlet, dan selebritas, termasuk bintang “Bridgerton” Nicola Coughlan, penyanyi-penulis lagu Kehlani, dan aktor India Varun Dhawan, menarik perhatian global.

Hal ini menunjukkan pentingnya Instagram sebagai saluran informasi bagi jurnalis Palestina dan pendukung Palestina, meskipun ada upaya oleh Meta untuk membatasi penyebaran konten politik.

Baca Juga:   Diguyur Hujan, Tebing di Cikarang Cidolog Longsor Timpa Rumah Warga dan Kendaraan

Namun, video yang menggambarkan dampak serangan Israel yang diunggah oleh jurnalis Palestina telah dibatasi dan dalam beberapa kasus dihapus dari media sosial karena dianggap terlalu grafis.

Instagram, yang dimiliki oleh Meta, telah menghapus beberapa konten tersebut dengan alasan melanggar kebijakan platform terkait konten kekerasan dan vulgar.

Baca Juga:   Domba Satu Kandang Raib di Gondol Maling di Cisolok Sukabumi

Menariknya, gambar “All Eyes on Rafah” tidak menggambarkan kekerasan yang sebenarnya terjadi di lapangan, tetapi telah menjadi simbol solidaritas yang kuat di media sosial.

Gambar tersebut juga merupakan salah satu contoh pertama ikonografi aktivis yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), menurut Marc Owen Jones, seorang profesor studi Timur Tengah yang mempelajari misinformasi.

Dengan kemajuan teknologi AI, aktivis kini dapat menciptakan konten yang menyampaikan pesan penting sambil mematuhi aturan platform media sosial.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Kisah Pilu Homisah Yang Kedua Anaknya Keracunan Nasi Boks Dari Acara Pra Nikahan Di Sagaranten

12 Juni 2024 - 17:47 WIB

Kisah Pilu Homisah Yang Kedua Anaknya Keracunan Nasi Boks Dari Acara Pra Nikahan Di Sagaranten

Korban Meninggal Keracunan Makanan Di Sagaranten Bertambah Jadi 2 Orang

12 Juni 2024 - 16:20 WIB

Korban Meninggal Keracunan Makanan Di Sagaranten Bertambah Jadi 2 Orang

Kasus Dugaan Keracunan Masal Meluas, 43 Warga Curugkembar Juga Jadi Korban

10 Juni 2024 - 23:05 WIB

Kasus Dugaan Keracunan Masal Meluas, 43 Warga Curugkembar Juga Jadi Korban

55 Orang Alami Keracunan Massal Di Sagaranten, Begini Ceritanya

10 Juni 2024 - 15:43 WIB

55 Orang Alami Keracunan Massal Di Sagaranten, Begini Ceritanya

Mayat Penuh Belatung Ditemukan Dalam Bangunan Kosong di Cisolok Sukabumi

5 Juni 2024 - 16:00 WIB

Mayat Penuh Belatung Ditemukan Dalam Bangunan Kosong di Cisolok Sukabumi

Seruan “All Eyes on Papua”: Mengungkap Kepedihan Masyarakat Adat di Media Sosial

5 Juni 2024 - 11:53 WIB

Seruan "All Eyes on Papua": Mengungkap Kepedihan Masyarakat Adat di Media Sosial
Trending di Ekonomi
error: Content is protected !!