Menu

Mode Gelap

Health · 18 Nov 2021 15:48 WIB

Warga Sagaranten Perbincangkan Pasien yang Meninggal Akibat Kehabisan Oksigen


					ambulans sgrt Perbesar

ambulans sgrt

                                             

Sejumlah warga Sagaranten, Kabupaten Sukabumi masih memperbicangkan pasien yang meninggal dunia akibat kekurangan Oksigen. Beberapa tokoh menyayangkan kejadian tersebut karena sebenarnya tidak perlu terjadi pasien di atas mobil ambulans kesulitan bernapas karena tabung Oksigen dalam keadaan kosong.

“Saya heran kok bisa-bisanya mobil ambulans membawa pasien yang kritis tanpa perlengkapan yang memadai seperti persediaan tabung Oksigen,” kata tokoh pemuda Sagaranten, Herry Sobar kepada wartawan, Senin (26/4/2021).

Sebelumnya pada Sabtu (24/4/2021) sore, pasien bernama Ahmad Yani meninggal dunia di RSUD R. Syamsudin, S.H Kota Sukabumi setelah menempuh perjalanan dengan mobil ambulans dari RSUD Sagaranten. Warga RT 07 RW 03 Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten ini meninggal dunia setelah mengalami kesulitan bernapas.

Baca Juga:   Malam-malam Relawan Gelar Penyemprotan Disinfektan di Desa Pasanggrahan

“Pasien membutuhkan Oksigen, tapi tabung Oksigen yang ada di mobil ambulans dalam keadaan kosong. Itu kata istri almarhum,” ujar Herry.

Ketua RT 007 RW 03 Desa Pasanggrahan, Kosasih juga mengatakan hal senada dengan Herry. Menurut dia, keluarga Ahmad Yani telah meyepakati biaya yang diajukan pihak RSUD Sagaranten. Jadi mestinya di dalam mobil ambulans itu disediakan fasilitas standar untuk pasien kritis.

Baca Juga:   Gagal Rujuk, RN Mencoba Bunuh Diri, Untung Diselamatkan Warga

Dituturkan istri almarhum, Yanti, Ahmad dibawa ke RSUD Sagaranten untuk menjalani pemeriksaan atas penyakit paru yang diidapnya. Setelah beberapa jam diperiksa dan diobati, tim medis RSUD Sagaranten menyarankan Ahmad untuk dirujuk ke RSUD R. Syamsudin mengingat kodisinya sudah kronis.

Namun proses rujukan cukup lama karena harus menunggu konfirmasi dari rumah sakit yang dituju. Akhirnya Yanti menutuskan untuk membawa langsung Ahmad ke Kota Sukabumi.

Dia mengajukan permintaan jasa mobil ambulans dengan segala fasilitasnya. Disepakatilah biayanya Rp1.200.000 di luar biaya pengobatan. Setelah sepakat, pasien Ahmad diberangkatkan ke Kota Sukabumi bersama sopir dan istrinya.

Baca Juga:   Longsor Cibarengkok Menghancurkan Gedung UPK Kecamatan Cidadap

Di tengah perjalanan, Ahmad mengalami kesulitan bernapas karena Oksigen di dalam tabung habis. Di mobil juga tidak ada cadangan Oksigen. Tabung kecil yang tersedia di mobil pun sudah kosong.

Akibatnya pasien ngedrop dan tidak sadarkan diri. Setibanya di RSUD R. Syamsudin, S.H. Ahmad sudah sangat kritis. Dia tidak tertolong, Ahmad menghembuskan napas terakhir beberapa saat setelah tiba di rumah sakit.

Dihubungi terpisah, Direktur RSUD Sagaranten, dr. Hikmat mengatakan, dirinya belum menirima laporan tentang pasien Ahmad yang meninggal dunia di Kota Sukabumi setelah dibawa dari rumah sakit yang dipimpinnya.

Tapi dia berjanji akan memperbaiki pelayanan dan meningkatkan koordinasi antar staf di RSUD Sagaranten. (*)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya
Trending di Entertainment
error: Content is protected !!