JENTERANEWS.com – Bencana pergerakan tanah yang melanda Kabupaten Sukabumi terus meluas. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi per pukul 07.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap ribuan warga.
Sebanyak 62 desa di 39 kecamatan terdampak pergerakan tanah. Tercatat 1.295 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.380 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Dari jumlah tersebut, 363 KK (1.166 jiwa) terpaksa mengungsi akibat rumahnya rusak atau tidak layak huni. Selain itu, masih ada 140 KK (185 jiwa) yang terancam bahaya susulan.
Tidak hanya permukiman warga, bencana ini juga merusak sejumlah sarana dan prasarana umum seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Selain itu, lahan pertanian seluas 38 hektar juga terdampak, mengancam ketahanan pangan masyarakat.
Berdasarkan tingkat kerusakan, sebanyak 301 rumah mengalami kerusakan ringan, 153 rumah rusak sedang, dan 217 rumah rusak berat. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera dari berbagai pihak.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD telah melakukan berbagai upaya penanggulangan bencana, seperti evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, serta perbaikan infrastruktur yang rusak. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti TNI, Polri, dan relawan, terus dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana, disarankan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi tanda-tanda bahaya.(*)















