Menu ✖

Mode Gelap

News · 8 Des 2024 14:30 WIB

Data Terbaru: 62 Desa di Sukabumi Terdampak Pergerakan Tanah, Ribuan Jiwa Mengungsi


					Infografis Kejadian Bencana Pergerakan Tanah Update Tanggal 8 Desember 2024 Pukul 07.00 Wib Perbesar

Infografis Kejadian Bencana Pergerakan Tanah Update Tanggal 8 Desember 2024 Pukul 07.00 Wib

JENTERANEWS.com – Bencana pergerakan tanah yang melanda Kabupaten Sukabumi terus meluas. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi per pukul 07.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap ribuan warga.

Sebanyak 62 desa di 39 kecamatan terdampak pergerakan tanah. Tercatat 1.295 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.380 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Dari jumlah tersebut, 363 KK (1.166 jiwa) terpaksa mengungsi akibat rumahnya rusak atau tidak layak huni. Selain itu, masih ada 140 KK (185 jiwa) yang terancam bahaya susulan.

Tidak hanya permukiman warga, bencana ini juga merusak sejumlah sarana dan prasarana umum seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya. Selain itu, lahan pertanian seluas 38 hektar juga terdampak, mengancam ketahanan pangan masyarakat.

Berdasarkan tingkat kerusakan, sebanyak 301 rumah mengalami kerusakan ringan, 153 rumah rusak sedang, dan 217 rumah rusak berat. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera dari berbagai pihak.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD telah melakukan berbagai upaya penanggulangan bencana, seperti evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, serta perbaikan infrastruktur yang rusak. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti TNI, Polri, dan relawan, terus dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana, disarankan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi tanda-tanda bahaya.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BGN Resmi Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi, Moratorium Dapur Makan Bergizi Gratis Ditiadakan

3 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kiri) berjabat tangan saat tiba di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026). Kehadirannya untuk meresmikan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi, yang sekaligus menandai ditiadakannya moratorium dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kecelakaan Maut di Jalur Gekbrong: Diduga Rem Blong, Truk Tangki Hantam Minibus dan Pohon, Satu Tewas

22 Mei 2026 - 13:43 WIB

Petugas gabungan dari Satlantas Polres Cianjur dan tim BPBD Kabupaten Cianjur tengah berupaya mengevakuasi korban dan membersihkan material di lokasi kecelakaan maut Jalan Raya Gekbrong, Warungkondang, Kamis (21/05/2026) malam. Kecelakaan yang melibatkan truk tangki dan minibus ini menelan satu korban jiwa.

Pasca-Libur Panjang, Harga BBM BUMN dan Swasta Kompak Stabil, Pemerintah Ungkap Alasan Tahan Harga Subsidi

21 Mei 2026 - 13:17 WIB

BGN Gandeng KPK Susun Rencana Aksi, Tutup Celah Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

21 April 2026 - 16:30 WIB

Visualisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi fokus pengawasan ketat oleh Badan Gizi Nasional dan KPK guna memastikan transparansi dan mencegah potensi korupsi yang telah diidentifikasi

Wujudkan Generasi Cerdas dan Sehat, SPPG Padasenang Gelar Sosialisasi Program MBG di SDN Banjarsari

21 April 2026 - 11:02 WIB

Suasana pertemuan sosialisasi Program Makan Bergizi (MBG) oleh SPPG Sukabumi Cidadap Padasenang di SDN Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (21/4/2026).

Damkar Kabupaten Sukabumi Sukses Evakuasi Ular Sanca dari Pemukiman Warga di Palabuhanratu

18 April 2026 - 20:31 WIB

Petugas Damkarmat Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan ular sanca dari pemukiman warga di Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Palabuhanratu, Sabtu (18/4/2026). Evakuasi berjalan lancar tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
Trending di News

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca